Belanda Minta Maaf soal Kekerasan era Perang 1945 - 1949
![]() |
| Perdana Menteri Belanda Mark Rutte (kiri) dalam suatu kesempatan bersama Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di Bogor, Jawa Barat, 2019 silam. (foto: dok./antara) |
Lansiran Reuters yang dikutip GoSumbar.com, Jumat (18/2/2022) menyebut, pemerintah Belanda mengakui seluruh temuan yang dihasilkan sebagai sebuah tinjauan sejarah yang sangat penting.
Berita terkait Belanda: PDIP Tutup Pintu Koalisi dengan Demokrat, Herzaky: Belanda Masih Jauh
Berita terkait Belanda: Keliru Urus Subsidi, PM Belanda dan Seluruh Anggota Kabinetnya Mundur
Menurut studi tersebut, Belanda melakukan kekerasan secara sistematik, melampaui batas dan tidak etis dalam upayanya mengambil kembali kendali atas Indonesia, bekas jajahannya, pasca-Perang Dunia II.
Data ensiklopedi bebas menyebut, 1945 - 1949 adalah masa masuknya Sekutu diboncengi Nederlandsch Indië Civiele Administratie (NICA) ke berbagai wilayah Indonesia. Terdapat banyak sekali peristiwa sejarah pada masa itu, pergantian berbagai posisi kabinet, Aksi Polisionil oleh Belanda, berbagai perundingan, dan peristiwa-peristiwa lain yang diakhiri dengan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949.
Berita terkait Belanda: Tindakan Represif Polisi Terhadap Peserta Demo Dinilai Seperti Masa Penjajahan Belanda
Berita terkait Belanda: Lokasi Tambang Emas Ilegal yang Longsor di Solok Selatan Ternyata Bekas Tambang Emas Belanda
***
| Editor | : | Muhammad Dzulfiqar |
| Kategori | : | Kabar Bertuah, Parlemen, Kuliner |











