Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Kampus

Kemendag Siap Mitigasi Kenaikan Harga Kedelai Impor

Kemendag Siap Mitigasi Kenaikan Harga Kedelai Impor
Mendag Muhammad Lutfi dalam suatu kesempatan. (foto: ist./antara)
Kamis, 17 Februari 2022 17:50 WIB
JAKARTA - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyatakan, pihaknya saat ini sudah menyiapkan mitigasi untuk mengatasi kenaikan harga kedelai dan akan diputuskan awal pekan depan. Demikian Ia sampaikan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/2/2022).

"Nanti akan saya umumkan kebijakannya," kata Mendag dikutip GoSumbar.com dari Antara.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkirakan harga tahu dan tempe di dalam negeri akan naik beberapa bulan ke depan, dampak naiknya harga kedelai global. Demikian disampaikan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Oke Nurwan dalam konferensi pers secara virtual sebagaimana dikutip Sabtu (12/2/2022).

Di dalam negeri, kata Nurwan, produksi kedelai belum mencukupi kebutuhan bahan baku tahu dan tempe sehingga Indonesia masih bergantung pada impor kedelai.

"Memang pada saat ini karena Indonesia sangat besar tergantung dari kedelai impor. Produksi dalam negeri tak support sepenuhnya kebutuhan," kata Dia dikutip GoNEWS.co dari Jawapos di Jakarta.

Beberapa negara eksportir kedelai adalah Brasil dan Amerika Serikat. Kenaikan harga ini terjadi karena kenaikan inflasi dan menurunnya produksi petani kedelai.

"Belum lagi ada shortage tenaga kerja, kenaikan biaya lahan dan ketidakpastian cuaca di negara produsen yang sebabkan petani kedelai di Amerika naikkan harga," ujarnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Kampus
wwwwww