Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
10 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
3 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Lima Puluh

Tim Penyelamat Akhirnya Berhasil Evakuasi 8 Pelajar yang Terperangkap Arus di Ngarai Sianok

Tim Penyelamat Akhirnya Berhasil Evakuasi 8 Pelajar yang Terperangkap Arus di Ngarai Sianok
Delapan pelajar diselamatkan tim penyelamat saat terjebak di Ngarai Sianok. (antara/ho dokumen pribadi)
Minggu, 09 Januari 2022 10:18 WIB
BUKITTINGGI - Tim penyelamat dari BPBD, KBLK, Tagana, PMI dan Satpol-PP Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, berhasil melakukan evakuasi terhadap delapan warga yang terperangkap arus sungai di Ngarai Sianok.

Delapan warga yang berstatus pelajar itu berhasil dievakuasi hingga Minggu (9/1/2032) dini hari pukul 02.00 WIB karena terjebak arus Sungai Patamuan yang deras ketika seluruh korban hendak pulang setelah berusaha mencari bunga Raflesia di sekitar Ngarai Sianok.

"Mereka awalnya pergi mandi-mandi bersama rombongan yang berjumlah 21 orang dan berangkat Sabtu pagi, namun setelah 13 orang kembali pulang, delapan anak ini masih ingin mencari Raflesia hingga akhirnya terjebak arus sungai," kata Anggota BPBD Bukittinggi Reynaldo di Bukittinggi, Minggu (9/1/2022).

Para korban yang berasal dari Kelurahan Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan itu tidak dapat kembali pulang dan menghubungi rekannya yang sudah sampai di rumah.

"Awalnya masyarakat sekitar yang mengetahui informasi ini pertama kali segera berupaya menyelamatkan korban tapi karena terkendala cuaca dan jalan terjal hingga menghubungi tim penyelamat," kata Reynaldo.

Tim gabungan berhasil menemukan korban di sungai Patamuan Ngarai Sianok Panorama Baru dan langsung dievakuasi melalui taman wisata Kebun Salak, Ngarai Lumpuah Panorama Baru.

"Jalan menuju lokasi mereka terperangkap licin dan terjal, butuh waktu dan peralatan yang cukup untuk sampai ke lokasi dan membawa korban ke lokasi aman," kata dia.

Selain tim gabungan penyelamat, Wali Kota Bukittinggi Erman Safar juga tampak dalam proses evakuasi korban.

"Beberapa korban dengan usia dibawah umur harus ditandu oleh tim karena fisiknya mulai lemah dan kedinginan, Pak Wali turut hadir memberikan membantu proses evakuasi, beruntung mereka semua terselamatkan," kata dia.

Diketahui, delapan anak yang sempat terjebak dan berhasil diselamatkan bernama Zaki (15), Gani (15), Abdul (20), Fajar (20), Agung (16), Raja (14), Pajri (14) dan Rahit (16).

Wali Kota Bukittinggi Erman Safar didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kota Bukittinggi dan Kadis Sat Pol PP memberikan saran dan arahan dalam proses evakuasi.

"Alhamdulillah berhasil semua diselamatkan, tetap utamakan keselamatan petugas dalam setiap geralan kemanusiaan ini, semoga bernilai ibadah," kata Erman Safar. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Lima Puluh
wwwwww