Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
7 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Rumbai Timur

Peserta Aksi Demo Damai Tolak PT RAP Dihadang Warga Sangir

Peserta Aksi Demo Damai Tolak PT RAP Dihadang Warga Sangir
Warga Bidat Alam dan Ranah Pantai Cermin yang ingin melakukan aksi damo ke Kantor Bupati saat hari Ulang Tahun Kabupaten Solok Selatan yang ke 18 terhenti setelah dihadang warga di Bariang Kecamatan Sangir, Padang Aro, Jumat. (antarasumbar/erik ifansya ak
Sabtu, 08 Januari 2022 06:49 WIB
PADANG ARO - Warga Bidar Alam dan Ranah Pantai Cermin yang melakukan aksi demo damai untuk menolak PT Ranah Andalas Plantation (PT RAP) dan menginginkan IUP PT RAP dicabut, dihadang oleh warga Sangir sebelum mencapai lokasi aksi yaitu RTH Padang Aro dan Kantor Bupati Solok Selatan, Jumat (7/1/2022).

Tokoh masyarakat Sangir, Medo Oren mengatakan, sangat mendukung kegiatan demokrasi tersebut tetapi waktunya yang tidak tepat. "Silakan lakukan aksi tetapi tidak dihari bahagia kabupaten," ujarnya.

Menurut dia, ini merupakan hari bahagia Solok Selatan dan pemerintah sudah mengonsep berbagai kegiatan dan ini merupakan wajah Solok Selatan.

"Wajah Solok Selatan sudah dipandang orang di luar dan jangan sampai dicederai dengan aksi ini," katanya.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Solok Selatan, Kompol Adrifides mengatakan, masyarakat intinya tidak menghadang tetapi memberi pemahaman kepada warga Bidar Alam dan Tanah Pantai Cermin.

"Hari ini merupakan ulang tahun Solok Selatan dan masyarakat Bidar Alam dan Ranah Pantai Cermin ingin menyampaikan aspirasinya cuma tanggalnya dirasa tidak pas dan itu yang dipermasalahkan oleh warga Sangir," katanya.

Dia mengatakan, pihaknya melakukan pengawalan terhadap aksi ini mulai dari Bidar Alam sampai ke titik aksi dan mengerahkan 70 orang personel.

Setelah dilakukan mediasi akhirnya massa bersedia melakukan aksi di Tugu PDRI dan masa langsung putar arah.

Direktur LBH Padang, Indira Suryani mengatakan masyarakat hanya ingin curhat ke bupati karena masyarakat ingin terbebas dari PT RAP. "Kalau orang memaknai hari lahir hanya bahagia, ada lo orang yang tidak bahagia," ujarnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Rumbai Timur
wwwwww