Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
3 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
2 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Kabar Baik, Direktut Jenderal WHO Sebut Pandemi Covid-19 akan Berakhir 2022

Kabar Baik, Direktut Jenderal WHO Sebut Pandemi Covid-19 akan Berakhir 2022
Tedros Adhanom. (ap/christophe ena)
Minggu, 02 Januari 2022 06:17 WIB
JAKARTA - Kabar baik. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, di akhir tahun 2021 memberi pesan dan harapan dalam penanganan pandemi Covid-19 di tahun 2022. Ia menyebut bahwa pihaknya optimis tahun 2022 dapat menjadi akhir dari pandemi yang telah menyelimuti dunia selama dua tahun lebih itu.

Dalam sebuah pernyataan dalam akun LinkenIn nya, Tedros mengaku bahwa optimismenya ini bukan tanpa alasan. Ia menyebut bahwa dunia saat ini sudah semakin paham dengan karakteristik virus yang pertama kali muncul di Wuhan itu.

"Dengan semua pembelajaran dan kapasitas ini, peluang untuk mengubah pandemi ini menjadi kebaikan ada di genggaman kita," ujarnya dikutip CNN International Sabtu, (1/1/2022).

Meski begitu, ia juga tetap memberikan peringatan besar dalam penanganan pandemi tahun depan. Tedros menyebut bahwa ketidakmerataan distribusi vaksin Covid-19 dapat menjadi bencana baru yang memperlambat penanganan pandemi. Salah satu contoh dari hal ini adalah munculnya Varian Omicron di wilayah Afrika yang masih minim vaksin.

Maka itu, ia meminta agar negara-negara kaya dunia mau untuk menahan diri dan memberikan akses yang lebih besar terhadap negara-negara yang masih kesulitan dalam menjangkau vaksin Covid-19.

"Kesenjangan itu telah membuat peluang varian baru muncul lebih mungkin, mengunci kita ke dalam siklus kerugian, kesulitan, dan pembatasan yang berkelanjutan," kata pria asal Ethiopia itu.

"Jika kita mengakhiri ketidakadilan, kita mengakhiri pandemi, dan mengakhiri mimpi buruk global yang kita semua alami. Dan ini mungkin," tambahnya.

Pernyataan ini sendiri dikeluarkan Tedros saat dunia masih mengalami lonjakan besar infeksi Covid-19. Dalam data terbaru AFP, jumlah kasus Covid baru di seluruh dunia sudah menembus angka 1 juta infeksi per hari.

Bank data media asal Prancis itu menyebutkan, infeksi tertinggi terjadi pada periode 23-29 Desember 2021. Secara geografis, infeksi paling banyak terjadi di wilayah Amerika Utara dan Eropa, yang menyumbang 85% total infeksi global.

Kenaikan ini sendiri menjadi kekhawatiran baru bagi dunia. Pasalnya beberapa negara seperti Amerika Serikat (AS) menyatakan varian Omicron telah menguasai total infeksi di wilayahnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:cnbcindonesia.com
Kategori:Kesehatan
wwwwww