Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
9 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
4
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
8 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
6
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
8 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Home  /  Berita  /  Marpoyan Damai

Ini Penyebab 1.764 Ton Ikan Mati di Danau Maninjau

Ini Penyebab 1.764 Ton Ikan Mati di Danau Maninjau
Nelayan mengayuh perahu diantara ikan-ikan yang mati di Linggai, Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat, 7 Februari 2020. (antara)
Minggu, 02 Januari 2022 22:28 WIB
LUBUKBASUNG -- Sebanyak 1.764 ton ikan mati di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dalam kurun waktu Januari hingga Desember 2021.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Rosva Deswira mengatakan, akibat kematian 1.764 ton tersebut, petani keramba jaring apung (KJA) Danau Maninjau, Kabupaten Agam, mengalami kerugian Rp 35,28 miliar, dengan harga ikan tingkat petani Rp20 ribu per kilogram.

''Ikan tersebut milik ratusan petani keramba jaring apung di Danau Maninjau,'' katanya, di Lubukbasung, Ahad (2/12/2021).

Rosva menuturkan, 1.764 ton ikan itu mati mendadak dakam tiga tahap. Tahap pertama pada Januari 2021 sebanyak 15 ton. Sedangkan tahap kedua pada Mei 2021 sebanyak 44 ton dan tahap tiga pada Desember 2021 sebanyak 1.705 ton.

''Kematian ikan paling banyak terjadi periode Desember 2021 tersebar di seluruh nagari atau desa yang ada di daerah itu,'' katanya.

Ia menjelaskan, kematian ikan ini akibat curah hujan cukup tinggi disertai angin kencang melanda daerah itu, sehingga terjadi pembalikan air dasar ke permukaan danau. Akibatnya oksigen di Danau Maninjau berkurang dan ikan menjadi pusing dan mati.

Beberapa menit setelah itu, tambahnya, bangkai ikan mengapung ke permukaan danau. ''Air danau tercemar akibat sebagian petani membuang bangkai ikan ke dalam danau,'' katanya.

Sebelumnya, ia mengimbau petani agar tidak menebar bibit ikan mulai September sampai Januari, karena risiko kematian cukup tinggi saat itu. Namun petani tidak mengindahkan imbauan itu dan tetap menebar bibit.***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:sumbar.antaranews.com
Kategori:Warga Bertuah, Binawidya, Marpoyan Damai
wwwwww