Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
23 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
23 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
13 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
4
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
14 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
5
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
15 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Lucky dan Hardianus, Saudara Sekaligus Rival

Lucky dan Hardianus, Saudara Sekaligus Rival
Lucky Abdi dan Hardianus..(Dok. iblindonesia)
Rabu, 15 Desember 2021 01:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Sangat menarik bila dalam satu keluarga ada dua atlet profesional yang saling bersaing menjadi yang terbaik. Itulah yang terjadi pada Lakudu Family antara Lucky Abdi dan Hardianus.

Lucky dan Hardianus merupakan saudara. Hardianus sebagai kakak, semenetara Lucky adalah adik.

Profesi keduanya pun sama yakni pebasket profesional. Lucky bermain di Dewa United Surabaya, sementara Hardianus di Satria Muda Pertamina Jakarta.

Situasi itu membuat Lucky dan Hardianus tak jarang saling adu otot di lapangan. Namun, keduanya selalu menanggapi persaingan itu dengan biasa.

“Biasa saja,” ujar Lucky dan Hardianus kala ditanya mengenai rivalitas di antara keduanya.

Perjalanan karier kedua bersaudara tersebut juga cukup unik. Lucky dan Hardianus memulai dari tempat yang sama yakni Hangtuah.

Hardinus meniti karier bersama MUBA Hangtuah sebelum akhirnya menuai kesuksesan bersama Satria Muda Pertamina Jakarta. Hal yang sama juga terjadi pada Lucky yang menjadi bagian Hangtuah sebelum hijrah ke Dewa United Surabaya.

Berbicara prestasi, Hardianus memang lebih unggul. Label juara hingga tim nasional sudah diperoleh pebasket berusia 28 tahun itu.

Sementara Lucky masih berupaya mengejar sang kakak. Bersama Dewa United Surabaya, Lucky ingin merebut cincin juara pertamanya. ***

wwwwww