Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
20 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
17 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
18 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
20 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
15 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Pengprov Percasi Diminta Utamakan Gelar Turnamen Catur Klasik

Pengprov Percasi Diminta Utamakan Gelar Turnamen Catur Klasik
Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto. (Ist)
Sabtu, 04 Desember 2021 17:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum PB Percasi Utut Adianto mendorong pengurus provinsi (Pengprov) Percasi di Indonesia lebih utamakan menggelar turnamen catur klasik atau standard. Dengan catur klasik itu, kata Utut, para pecatur di daerah-daerah bisa mengasah kemampuan lantaran dari sisi keilmuan, catur klasik merupakan sumber utamanya.

"Kita akan perbanyak gelar turnamen catur klasik, karena dari sisi keilmuan, catur klasik adalah soko gurunya. Pengprov juga perlu gelar turnamen, bisa gandeng KONI atau sponsor," kata Utut Adianto saat pembukaan turnamen catur bertajuk "JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2021" di Gedung Serbabuna Senayan, Jakarta, Sabtu, 4 Desember 2021.

Selama pandemi, penyelenggaraan turnamen catur klasik tak bisa digelar. Sebagai gantinya, banyak kompetisi yang dilakukan secara online berupa catur cepat berdurasi lima menit.

Menurut Utut, catur cepat sah-sah saja dilaksanakan, namun ketika kondisi memungkinkan untuk menggelar catur klasik seperti saat ini, perlu dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

"Karena pertimbangan pandemi, sudah banyak turnamen catur cepat dan yang menang itu-itu saja. Kalau catur klasik, butuh waktu 4 jam dan ilmunya lebih indept," kata Utut.

Berdasarkan catatan PB Percasi, kejuaraan catur yang sudah dilakukan tatap muka baru tiga kali, yaitu kejuaraan catur junior di Belitung, Catur PON Papua dan turnamen yang sedang berlangsung saat ini JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2021.

Ajang JAPFA FIDE Rated Chess Tournament 2021 sendiri diikuti 150 pecatur dan berlangsung selama lima hari mulai 4-8 Desember 2021 di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta.

Terdapat tiga Grand Master (GM) yang ikut meramaikan turnamen, yakni Susanto Megaranto, Cerdas Barus dan Novendra Priasmoro. 

Pada acara pembukaan, digelar partai catur cepat yang mempertemukan Susanto Megaranto lawan Ketua Pengprov Kalteng Agustiar Sabran. Hasilnya, kedua pecatur bermain remis.

Susanto Megaranto ditempatkan sebagai unggulan pertama, disusul Novendra Priasmoro, FM Catur Adi Sagita, FM Rudin Hamdani dan GM Cerdas Barus. Pada ronde pertama, Susanto Megaranto yang memiliki elorating 2548 bertemu WFM Christine Elisabeth (1786). ***

wwwwww