Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
22 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
22 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
4
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Sail
20 jam yang lalu
Polresta Pekanbaru Bongkar Budidaya 53 Pot Ganja di Sail, Pengedar Terjebak Undercover Buy
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2021-2022

Aji Santoso Puji Kualitas Pemain Barito Putera

Aji Santoso Puji Kualitas Pemain Barito Putera
Aji Santoso. (Dok. ligaindonesiabaru)
Sabtu, 04 Desember 2021 11:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SOLO - Pelatih Persebaya Surabaya Aji Santoso menilai kualitas komposisi apik pemain muda dan senior PS Barito Putera jelang laga pekan 15 Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (4/12/2021) malam.

Menurutnya, hal tersebut menjadi kekuatan Barito Putera yang patut diwaspadai. Nama-nama pemain senior seperti Bayu Pradana dan Rizky Pora yang dikombinasikan dengan pemain muda seperti Luthfi Kamal dan Bagas Kaffa.

“Menurut saya Barito (Putera) merupakan salah satu tim yang bagus. Meskipun memang mungkin hasilnya belum maksimal tetapi saya melihat pemain Barito memiliki kualitas yang cukup merata,” ungkap mantan arsitek Persela Lamongan.

Aji Santoso tidak memikirkan soal catatan rekor pertemuan dengan Barito Putera yang dari 4 pertemuan terakhir sejak 2018, Persebaya menorehkan satu kali hasil seri dan sisanya berakhir dengan kekalahan.

Ia menegaskan bahwa persebaya tidak terbebani dengan rekor buruk tersebut. “Kalau itu catatan biarlah menjadi catatan. Saya pelatih yang tidak pernah percaya statistik jadi memang waktunya berbeda, pemain berbeda, dan pelatih berbeda,” ujar Aji Santoso.

“Jadi saya tidak pernah percaya statistik dan sejarah. Karena itu tidak ada satu patokan atau jaminan kalau itu juga akan bertahan,” tandasnya. ***

wwwwww