Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
23 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
22 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
13 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
14 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
6
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
14 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Indonesia Virtual Basketball League (IVBL) 2021

Winston Swenjaya Ikon Basket Bali

Winston Swenjaya Ikon Basket Bali
Winston Swenjaya (Dok. iblindonesia)
Selasa, 07 September 2021 22:58 WIB
Penulis: Azhari Nasution
DENPASAR - Winston Swenjaya musim lalu menapaki karier profesional perdananya bersama Bali United Basketball Club. Tidak heran kalau pemuda ini menjadi ikon basket Pulau Dewata dalam beberapa tahun terakhir. Karena prestasinya yang gemilang di level basket sekolah menengah.

Pemilik nama lengkap Aloysius Winston Swenjaya tersebut mulai bersinar enam tahun lalu. Winston terpilih sebagai DBL All-Star dua musim berturut-turut (2015 dan 2016). Bahkan di tahun 2016, dia terpilih sebagai MVP DBL Camp. Kemudian, beberapa rekannya lebih dulu bergabung dengan tim profesional, seperti Henky Lakay bersama Satya Wacana, Leonarfo Effendy bersama Louvre, dan Ikram Fadhil yang diambil CLS Knights. Sementara Winston baru muncul di IBL Pertamax 2021 bersama klub kebanggaan Bali.

Alumni SMAK Santo Yoseph Denpasar tersebut membuat pemain putra asal Bali kembali diminati. Sebab, sepeninggalan era Ponsianus Nyoman Indrawan (yang pernah memutuskan pensiun), pemain-pemain Bali seakan tenggelam di liga. Hanya Handri Satrya Santosa yang masih terlihat di IBL dalam tiga tahun terakhir.

Kembali lagi ke sorotan untuk penampilan di musim pertamanya. Meski disebut-sebut pemain potensial dari Bali, ternyata head coach Alexandar Stevanoski sangat bijaksana. Bukannya tidak mau memainkan Winston, tapi dia tahu kalau Winston belum punya pengalaman di liga profesional. Mentalnya masih perlu diasah lagi. Karenanya, Winston hanya diturunkan selama rata-rata 14,1 menit per game. Kontribusinya jadi tidak begitu besar yakni 1,3 PPG, 1,9 RPG, dan 1,8 APG.

Ternyata kalau dicermati lebih dalam dari catatan statistik, Winston masih perlu mengembangkan diri. Karena field goals precentage pemain setinggi 175 cm itu sangat rendah,hanya di kisaran 16,6%. Sangat jauh dari apa yang dia pernah perlihatkan di level sekolah menengah. Mungkin itu juga berkaitan dengan tugasnya, yang bukan sebagai opsi serangan Bali United. Tapi seadainya bisa ditingkatkan, maka Winston bisa jadi pilihan pertama di tim Bali.

Kembali soal mengasah kemampuan, Winstons punya waktu dan cara yang lebih baik, jika dilakukan tahun ini. Karena dia akan membela tim Provinsi Bali di PON XX/2020 Papua, yang akan diselenggarakan akhir bulan ini. Di ajang tersebut, Winston bisa menunjukkan kemampuannya. ***

wwwwww