Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
21 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
21 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
11 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Paralimpiade Tokyo 2020

Menpora Amali: Pencapaian Atlet Paralimpiade Melebihi Ekspektasi

Menpora Amali: Pencapaian Atlet Paralimpiade Melebihi Ekspektasi
Menpora Amali. (Kemenpora)
Selasa, 07 September 2021 20:06 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan rasa bangganya terhadap atlet yang berjuang di Paralimpiade Tokyo. Menpora Amali menyebut, prestasi yang diraih tim Merah Putih melebihi ekspektasi.

“Pencapaian di Paralimpiade Tokyo 2020 ini tentu melebihi ekspektasi. Awalnya kami mencanangkan target dalam desain besar olahraga nasional pada Paralimpiade Tokyo ini memperbaiki peringkat saat di Rio De Janeiro Brazil 2016, di Rio kita peringkat tujuh puluh enam,” kata Menpora Amali dalam wawancara virtual dengan Metro TV dari Kemenpora, Jakarta, Selasa (7/9).

Dalam desain besar olahraga nasional atau yang populer dengan sebutan DBON, Menpora Amali berharap ada peningkatan dari sisi peringkat, minimal berada diposisi 60. Namun, dalam perjalanannya, kontingen Indonesia pada Paralimpiade Tokyo mampu menembus peringkat 43 dengan meraih 9 medali dengan rincian 2 emas, 3 perak, dan 4 perunggu.

“Dalam kenyataannya, apa yang didapatkan itu melesat jauh keatas apa yang ditargetkan atau yang diharapkan. Tentu ini adalah kerja keras dari semua pihak. Saya lihat semangat dan kegigihan atlet Paralimpiade kita sangat luar biasa. Mereka sudah berlatih dalam pemusatan latihan di Solo,” ujar Menpora Amali.

Lebih lanjut, Menpora Amali meminta mereka untuk mengalihkan fokus ke Paralimpiade Paris 2024 mendatang. Selepas menjalani karantina usai dari Tokyo, para atlet diharap terus bersemangat menjalani latihan di Solo nantinya.

“Kita samakan pembinaan atlet yang Paralimpiade dan Olimpiade. Kita tidak membedakan. Dalam desain besar olahraga nasional, kita memberikan target kepada Paralimpiade dan Olimpiade. Tentu ini dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan serta jangka panjang,” terang Menpora Amali.

“Misalnya ke depan kita akan menghadapi Paralimpiade Paris 2024. Persiapan harus dari sekarang. Jangan menjelang event baru kita kumpulkan atlet. Itu tidak mungkin lagi kita lakukan. Kita harus siapkan sejak dari sekarang. Nanti kita kembalikan mereka ke pelatnas jangka panjang untuk Paralimpiade. Mereka berlatih di Solo karena disana suasana dan lainnya mendukung, sehingga apa yang didapat di Tokyo ini bisa dipertahankan, bahkan kalau bisa ditingkatkan,” tambah Menpora Amali.

Berkaitan dengan apresiasi, Menpora Amali menegaskan pemerintah akan memberi perlakuan yang sama dengan atlet yang berlaga di Olimpiade. Usai menjalani karantina, kontingen Indonesia pada Paralimpiade Tokyo nantinya direncanakan akan diterima Presiden Joko Widodo.

“Ya tentu (apresiasi) sebagaimana biasa perlakuan pemerintah sama untuk atlet Olimpide dan Paralimpiade. Mudah-mudahan Bapak Presiden akan menerima mereka setelah melalui masa karantina,” jelas Menpora Amali. ***

wwwwww