Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
10 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Masuk dalam DBON, Menpora Amali Ingin Penambahan Jumlah Atlet di Paralimpiade Paris 2024

Masuk dalam DBON, Menpora Amali Ingin Penambahan Jumlah Atlet di Paralimpiade Paris 2024
Menpora Amali saat menyambut rombongan Kontingen Paralimpiade Indonesia. (Dok. Kemenpora)
Minggu, 05 September 2021 12:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution
TANGERANG -  Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan, pembinaan untuk atlet paralimpiade telah dimasukkan di dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Hal itu disampaikan Menpora Amali saat kembali menjemput kedatangan para atlet paralimpiade usai berlaga di Paralimpiade Tokyo 2020.

"Pembinaan untuk atlet paralimpiade ini sudah kita masukkan dalam DBON. Jadi, bukan hanya untuk pembinaan olimpiade tapi juga pembinaan untuk paralimpiade," kata Menpora Amali pada jumpa persnya di VVIP Room, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/9/2021) malam.

Menurut Menpora Amali, dengan adanya DBON dapat menjadi tempat untuk meningkatkan prestasi para atlet dengan maksimal di kancah dunia. " Mudah-mudahan dengan kita sudah ada DBON, yang insyaallah akan diluncurkan Bapak Presiden pada Haornas 9 September mendatang, mudah-mudahan akan menjadi tempat untuk meningkatkan prestasi atlet baik olimpiade dan paralimpiade," harap Menpora Amali.

Untuk masuk ke ajang paralimpiade ini lanjutnya, tidaklah mudah, ada kualifikasi ketat yang harus diikuti. Di Paralimpiade, Tokyo 2020 Indonesia menurunkan 23 atletnya untuk mengikuti 7 cabang olahraga yang dipertadingkan.

"Alhamdulillah kita memberangkatkan 23 atlet untuk mengikuti 7 cabang olahraga. Saya berharap mudah-mudahan untuk Paralimpiade tahun 2024 di Paris, kita bisa meloloskan lebih banyak atlet. Bisa mengikuti lebih banyak cabang olahraga. Sehingga potensi untuk kita mendapatkan medali dan prestasi-prestasi akan terbuka lebar," urai Menpora.

"Selamat untuk atlet dan pelatih. Kita akan berjuang kembali untuk Paralimpiade di Paris tahun 2024 mendatang,semoga atlet yang akan bertanding di Paralimpiade lebih banyak lagi," tutup Menpora Amali. ***

wwwwww