Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
7 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Paralimpiade Tokyo 2020

Senny Bilang Sejarah Pertama Kali Indonesia Raih Emas

Senny Bilang Sejarah Pertama Kali Indonesia Raih Emas
Senny Marbun bersama pasangan Ratri/Khalimatus. (NPC Indonesia)
Sabtu, 04 September 2021 20:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
TOKYO - Pasangan Leani Ratri/Khalimatur Sadiyah mencatat sejarah dengan meraih medali emas di Paralimpiade Tokyo 2020. Pasalnya, emas ganda putri para bulutangkis yang diraih Ratri/Khalimatus ini bukan hanya medali emas pertama bagi kontingen Paralimpiade Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020 tetapi juga medali emas pertama selama keikutsertaan Indonesia.

Medali emas itu diraih setelah pasangan Ratri/Khalimatus mengalahkan pasangan Tiongkok, Cheng Hefang/Ma Huihui dua gim langsung 21-18, 21-12 dalam pertandingan final yang berlangsung di Yoyogi National Stadium, Jepang, Sabtu (4/9/2021)

"Medali emas yang disumbangkan Ratri/Khalimatur bukan hanya medali emas pertama bagi Kontingen Indonesia di Paralimpiade Tokyo 2020, tetapi medali emas pertama bagi Kontingen Merah Putih selama ikut serta di Paralimpiade. Kita memang pernah meraih medali emas saat Paralimpiade Arnhem 1980 tetapi itu masih pertandingan eksebisi dan saya juga sulit menerangkan medali emas itu dari cabang olahraganya," kata Ketua National Paralimpyc Committte (NPC) Indonesia, Senny Marbun yang dihubungi Gonews,co Group.

Menurut Senny Marbun, medali emas ini memang sudah ditargetkan NPC Indonesia saat akan tampil di Paralimpiade Tokyo 2020. “Luar biasa. Sejak kita pertama kali datang ke Tokyo, medali emas inilah yang kita harapkan. Akhirnya kita pecah telor dengan berhasil meraih emas,” kata Senny Marbun.

“Terima kasih kepada Tuhan dan terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat Indonesia atas raihan medali emas ini. Semoga besok atas ijin Tuhan, kita akan meraih medali emas lagi,” tambah Senny.

Indonesia kini telah mengumpulkan enam medali di Paralimpiade Tokyo 2020 dengan rincian satu emas, dua perak, dan tiga perunggu. Kini, posisi Kontingen Paralimpiade Indonesia berada di peringkat ke-53. ***

wwwwww