Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
16 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
16 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Kritik Lomba Hormat Bendera ala BPIP, MUI: Buat Gaduh Saja

Kritik Lomba Hormat Bendera ala BPIP, MUI: Buat Gaduh Saja
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis. (FOTO: Istimewa)
Senin, 16 Agustus 2021 08:00 WIB

JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengkritik lomba penulisan artikel yang diadakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) hanya membuat gaduh di tengah masyarakat. Ia menilai tema lomba tersebut tak paham tentang esensi nasionalisme yang meneguhkan cinta terhadap tanah air.

"Tema tentang hukum mencium bendera sebagai tema lomba dari lembaga negara menunjukan kehilangan arahnya. Tak paham bagaimana tema nasionalisme yang meneguhkan cinta tanah air daripada bikin gaduh," cuit Cholil dalam akun media sosial Twitternya @Cholilnafis yang sudah diizinkan dikutip, Minggu (15/8).

Cholil menilai hukumnya sudah jelas bahwa tak ada persoalan dalam Islam untuk hormat terhadap bendera. Ia menilai tema dalam lomba tersebut terkesan mencari musuh. "Hukumnya clear dan jelas. Kenapa kok malah kesannya cari musuh dan mementahkan keteguhan Pancasila," tambah dia.

Diketahui, BPIP menggelar lomba penulisan bertema 'Hormat Bendera Menurut Hukum Islam' dan 'Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam'. Lomba itu diketahui sebagai kegiatan menjelang Hari Santri.

Beberapa pihak sempat mengkritik keras tema lomba penulisan artikel yang digelar oleh BPIP tersebut. Kritik datang dari Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Busyro Muqoddas yang mendorong pembubaran BPIP jika lembaga itu tak ada manfaatnya.

Senada, Ulama asal Sumatera Barat Anwar Abbas menilai BPIP tidak memiliki kepekaan sosial di tengah pandemi Covid-19 dengan menggelar lomba demikian.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Parlemen, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww