Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Puas Prestasi Indonesia, Amali: Peringkat Bukan Satu-satunya Ukuran

Puas Prestasi Indonesia, Amali: Peringkat Bukan Satu-satunya Ukuran
Menpora Zainudin Amali. (Dok. Kemenpora)
Senin, 09 Agustus 2021 19:01 WIB
JAKARTA - Menpora Zainudin Amali mengatakan capaian prestasi Kontingen Indonesia pada Olimpiade 2020 Tokyo cukup memuaskan. Pasalnya, jumlah perolehan medali kali ini lebih banyak dibandingkan pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

Pada Olimpide 2020 Tokyo, Kontingen Merah Putih mengoleksi 5 medali dengan rincian 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Ketika di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, tim Merah Putih hanya mengoleksi 3 medali, dengan rincian 1 emas dan 2 perak.

Dengan hasil tersebut, Indonesia yang semula berada di peringkat ke-46 pada Olimpiade 2016 Rio de Janeiro menurun ke peringkat ke-55 pada Olimpiade 2020 Tokyo. Namun, kata Menpora Amali, peringkat di Olimpiade Rio 2016 itu tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran untuk menilai naik tidaknya prestasi Indonesia.

Pada hitung-hitungan yang dilakukan berdasarkan olimpiade terakhir di Rio de Janeiro, kata Amali kepada wartawan saat jumpa pers secara virtual, Senin (9/8/2021), Indonesia ditargetkan menaikkan peringkat. Namun, ungkapnya, faktor lain juga ikut mempengaruhi.

"Menurunnya peringkat Indonesia tersebut terjadi karena terjadi banyak kejutan di Olimpiade Tokyo 2020, di mana negara-negara yang tidak diunggulkan berhasil meraih prestasi sehingga menyodok ke atas. Tadinya, negara-negara tersebut tidak mendapatkan medali sama sekali dan peringkatnya pun berada di bawah Indonesia," katanya.

"Apakah kita melorot? Saya kira tidak. Jangan semata-mata mengatakan prestasi kita melorot dan sebagainya. Dalam olahraga, perkembangannya selalu dinamis, tidak seperti membangun infrastruktur yang dengan mudah diukur kapan bisa diselesaikan," tambahnya.

Makanya, Amali mengapresiasi suksesnya kinerja atlet, pelatih dan offisial yang sudah berusaha keras untuk memberikan yang terbaik. "Dari kontingen Indonesia, usaha maksimal sudah ditunjukkan oleh atlet, pelatih, dan ofisial untuk olimpiade. Untuk itu kita berikan apresiasi," ujarnya lagi.

Ke depan, kata Amali, pihaknya akan terus melakukan perbaikan apalagi Indonesia sudah memiliki Desain Besar Olahraga Nasional. "Apa yang kita petik dari prestasi di olimpiade adalah pelajaran yang sangat berharga bahwa di olimpiade banyak terjadi kejutan."

"Ada yang diunggulkan, gugur di awal. Ada juga tetangga kita yang membawa atlet lebih banyak, tapi tidak memperoleh medali. Itulah olimpiade."

Di Olimpiade 2020 Tokyo, Indoneia meraih medali emas lewat Greysia Polii/Apriyani Rahayu dari ganda putri bulu tangkis. Kemudian medali perak yang dipersembahkan lifter Eko Yuli Irawan dari angkat besi kelas 61kg putra.

Sedangkan tiga medali perunggu diraih oleh Anthony Sinisuka Ginting (tunggal putra bulu tangkis), Windy Cantika Aisah (angkat besi kelas 49kg putri), dan Rahmat Erwin Abdullah (angkat besi kelas 73kg putra). ***

Kategori:Gelanggang
wwwwww