Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
5
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
Balai Kota
7 jam yang lalu
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
6
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Dhiya'ul Haq Tinggalkan Prawira Bandung

Dhiyaul Haq Tinggalkan Prawira Bandung
Jum'at, 06 Agustus 2021 17:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Sosok Muhammad Dhiya'ul Haq sudah mondar-mandir di liga profesional sejak tahun 2011. Setelah bersama Prawira Bandung selama dua musim terakhir, pemain yang akrab disapa Yayak tersebut meninggalkan tim yang membesarkan namanya.

Yayak menjadi salah satu pemain di liga profesional Indonesia dengan tinggi lebih dari dua meter. Tapi perannya di tim tidak sebesar prestasi yang sudah ditorehkan pemain kelahiran Gresik, 11 Maret 1992 tersebut. Yayak lebih sering jadi penghangat bangku cadangan timnya.

Yayak masuk liga profesional mulai tahun 2011. Saat itu, dia memperkuat Garuda Bandung. Salah satu penampilan terbaiknya ada di musim 2013-14, di mana Yayak bisa mencetak 3,4 PPG dan 4,0 RPG dalam 30 pertandingan. Yayak bermain di Garuda sampai selesai IBL 2016.

Karena kesulitan keuangan, Garuda kala itu terpaksa merelakan sejumlah pemain. Akhirnya Yayak bersama M. Rizal Falconi dilepas ke Satria Muda. Waktu itu momennya tepat, karena Satria Muda membutuhkan regenerasi bigman di akhir karier Christian Ronaldo Sitepu dan Rony Gunawan. 

Berada di tim sekelas Satria Muda, Yayak harus berjuang mendapatkan tempat di tengah persaingan bigman di sana, belum lagi saat itu era pemain asing. Kesempatan Yayak bermain semakin kecil. Namun Yayak tetap dihitung sebagai pemain Satria Muda yang menjuarai IBL 2017-2018. Bahkan, setelah itu Yayak masuk timnas Indonesia. Tak tanggung-tanggung, dia masuk roster timnas Indonesia di ASIAN Games 2018. Sebuah ajang yang membuat namanya kembali melambung. 

Sebelum IBL 2020, Prawira Bandung yang dulunya bernama Garuda, merekrutnya kembali. Ini setelah Lutfianes Gunawan pindah ke Louvre Surabaya, dan Luke Martinus memutuskan pensiun. Lagi-lagi kontribusi Yayak kurang terlihat. Dia kalah bersaing dengan Firman Dwi Nugroho dan Pandu Wiguna. Bahkan di IBL Pertamax 2021, Yayak hanya bermain selama 7,6 menit per game dengan kontribusi 1,2 PPG dan 1,6 RPG. 

Menarik untuk melihat ke mana Yayak akan berlabuh. Tapi bila ingin mendapatkan menit bermain, sebaiknya Yayak bergabung dengan tim yang benar-benar membutuhkan tenaganya. ***

Kategori:Gelanggang
wwwwww