Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
5 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
4 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Pengamat: Perubahan Cat Pesawat Bukan Prioritas dan Tak Terkait Keselamatan Penerbangan

Pengamat: Perubahan Cat Pesawat Bukan Prioritas dan Tak Terkait Keselamatan Penerbangan
Pesawat kepresidenan RI 1 yang dicat ulang menjadi warna merah putih (Dokumentasi Istimewa)
Rabu, 04 Agustus 2021 16:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Pemerintah dinilai tidak menujukkan empati dengan tetap melakukan perubahan cat pada pesawat kepresidenan dan heli puma.

Padahal, proses perubahannya tidak mendesak dan tidak berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Hal tersebut disampaikan Mantan Komisioner Ombudsman Alvin Lie dalam keterangannya, Rabu (4/8/2021).

"Ini tidak mendesak dan ini juga tidak terkait dengan keselamatan penerbangan," tegas Alvin Lie.

"Sementara biayanya tidak kecil," kata Alvien yang juga pengamat penerbangan.

Alvin Lie mengingatkan pemerintah bahwa saat Indonesia sedang dalam kondisi krisis akibat pandemi Covid-19.

Hal senada disampaikan pakar komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga yang menyebut, perubahan warna pesawat di masa sulit seperti ini pemerintah seolah tak tahu skala perioritas.

"Padahal semua sepakat, saat ini seharusnya perhatian sepenuhnya pada penanganan Cobid-19. Termasuk tentunya alokasi anggatan semuanya diprioritaskan untuk penanganan Covid-19," katanya.

Karena itu, sangat sulit dipahami kalau pemeritah masih sempat berpikir mengalokasikan anggaran untuk mengganti warna pesawat kepresidenan.

"Kalau anggaran untuk itu masih ada, sepatutnya dialokasikan untuk membantu sebagian rakyat yang sudah susah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini yang seharusnya, tandasnya.

Menurut Jamiluddin, bagi rakyat miskin yang sudah susah untuk makan, akan tergores batinnya menyaksikan perubahan warna pesawat tersebut. Kepekaan terhadap kepedihan rakyat inilah yang terkesan sudah luntur disebagian pimpinan negeri ini.

"Sense of crisis benar-benar sudah menjauh dari pimpinan negeri. Padahal, presiden Jokowi sudah berulang kali mengingatkan perihalnya penting sense of crisis disaat pandemi Covid-19," ujarnya.

Dalam konteks ini, bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan memangkas insentif dan tunjangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Tak hanya itu, jutaan masyarakat juga kehilangan pekerjaan dan mengalami pengurangan pendapatan. "Dalam kondisi seperti ini, pemerintah perlu menunjukkan empati. Hal-hal yang tidak mendesak itu tidak dibelanjakan," ujarnya.

"Toh kalau sudah ada alokasi anggarannya tidak dipakai juga nggak apa-apa bisa dikembalikan ke kas negara dimanfaatkan untuk kebutuhan yang sudah mendesak."

Sebelumnya kemarin, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menyampaikan pesawat kepresiden harus melakukan perawatan besar. Hal tersebut dilakukan untuk keamanan penerbangan.

"Pesawat itu sudah 7 tahun, secara teknis memang harus memasuki perawatan besar, overhaul. Itu harus dilakukan untuk keamanan penerbangan," kata Heru Budi Hartono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/8/2021).

Di samping akan melakukan perawatan besar, Heru Budi Hartono mengatakan pesawat kepresidenan juga akan melakukan perubahan cat. Dari semula berwarna dominan biru putih menjadi merah putih.

"Mengenai cat, memang sekalian diperbarui, karena sudah waktunya untuk diperbaharui. Pilihan warnanya adalah warna kebangsaan, merah putih, warna bendera nasional,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Heru mengatakan rencana pengecatan pesawat kepresidenan sudah direncanakan sejak tahun 2019. "Diharapkan dapat memberikan kebanggaan bagi bangsa dan negara," ujarnya.

Sebab, sambung Heru, pengecatan ulang pesawat kepresidenan maupun perawatannya akan dilakukan di dalam negeri. "Sehingga secara tidak langsung, mendukung industri penerbangan dalam negeri, yang terdampak pandemi," jelasnya.

Heru lebih lanjut memastikan, anggaran untuk perawatan dan pengecatan sudah dialokasikan dalam APBN. "Selain itu, sebagai upaya untuk pendanaan penanganan COVID, Kementerian Sekretariat Negara juga telah melakukan refocusing anggaran pada APBN 2020 dan APBN 2021, sesuai dengan alokasi yang ditetapkan Menteri Keuangan," ujarnya.***

wwwwww