Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
8 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
15 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Pengamat: Jangan Tendensius Terhadap Para Pendemo

Pengamat: Jangan Tendensius Terhadap Para Pendemo
Ilustrasi Demo mahasiswa menolak kebijakan PPKM. (Foto: Istimewa)
Senin, 26 Juli 2021 18:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Demo atau unjukrasa yang dilakukan berbagai elemen masyarakat belakangan ini dinilai ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu. Mereka dinilai ingin menurunkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Penilaian semacam itu cenderung tendensius. Mereka menyudutkan pihak tertentu tanpa berani menyebut siapa pihak-pihak yang dimaksud," ujar pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Esa Unggul Jakarta, M Jamiluddin Ritonga kepada GoNews.co, Senin (26/7/2021).

Jamil menegaskan, jika memang ada yang menunggangi, seharusnya mereka bisa menunjukan hidung si penunggang. Namun hal tidak, mereka hanya bisa menuding tapi yang ditunjuk mahluk penampakan. "Para penuding itu seharusnya menghormati pendemo. Sebab, demo itu hak warga negara yang dilindungi UU," paparnya.

Jamil menilai, jika mereka memberi stigma-stigma yang negatif kepada para pendemo, itu sama saja tidak menghormati hak orang lain dalam menyampaikan aspirasinya. Orang-orang seperti ini yang sesungguhnya tak layak hidup di negara demokrasi.

"Mereka ini hanya mengenakan jubah demokrasi, namun sikap perilakunya cenderung otoriter. Mereka mengatasnamakan demokrasi, padahal mereka tidak siap berbeda pendapat," jelasnya.

Jadi, sambung Jamil, biarkan aspirasi para pendemo itu tersalurkan. Tak perlu memberi stigma negatif pada mereka. Jika tidak sependapat dengan aspirasi para pendemo, siapa pun dapat menyanggahnya. "Sanggahlah dengan argumentasi, tanpa memcari-cari kelemahan pihak pendemo," pungkasnya.***

wwwwww