Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
11 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
18 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Indonesia Basketball League (IBL) 2022

Prastawa Punya Cerita Tak Enak Saat Awali Karier

Prastawa Punya Cerita Tak Enak Saat Awali Karier
Minggu, 25 Juli 2021 00:34 WIB
JAKARTA - Penggawa Pelita Jaya Bakrie Jakarta, Andakara Prastawa, punya cerita tidak enak saat mengawali karier basket. Nama besar kedua orang tua Prastawa sempat membuat beberapa orang sinis.

Prastawa merupakan putra dari pebasket nasional, Rastafari dan Julisa Horongbala. Tak jarang, Prastawa dianggap mendapat keuntungan karena kedua orang tuanya merupakan pelatih.

“Dulu di klub amatir. Pas masih kecil, saya sudah bermain bagus. Tapi dibilang saya bagus karena anak pelatih, jadi bisa nembus tim utama. Atau saat di Aspac sering dibilang, Pras kok main mulu sih, karena bokapnya pelatih ya?" ujar Prastawa.

Pandangan itu ternyata tak membuat Prastawa down. Justru, Prastawa lebih termotivasi untuk bisa meraih prestasi.

“Ya saya secepatnya membuktikan dengan bermain bagus. Memang jadi beban tapi sekaligus motivasi ke saya sendiri saja. Karena mau tidak mau, embel-embel ayah dan ibu itu tak bisa dihilangkan. Jadi terima saja, toh tidak ada ruginya juga,” ujar Prastawa. ***

Kategori:Gelanggang
wwwwww