Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
11 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
17 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2021

Pelatih Arema FC Memasak Dan Nonton Film Selama PPKM

Pelatih Arema FC Memasak Dan Nonton Film Selama PPKM
Minggu, 25 Juli 2021 05:30 WIB
Penulis: Azhari Nasution

MALANG - Kota Malang sebagai salah satu daerah pusat kuliner tak membuat pelatih Arema FC, Eduardo Almeida merasa nyaman dalam memenuhi kebutuhan makanan setiap harinya.  Pelatih asal Portugal tersebut sampai harus memasak sendiri karena masih menyesuaikan diri dengan masakan lokal.

Dia menilai masakan Indonesia dan di negaranya cukup jauh berbeda. Masakan Indonesia rata-rata memiliki cita rasa pedas dengan rempah yang kuat. Butuh waktu untuk menyesuaikan diri sebab masakan Eropa menggunakan rempah-rempah yang minimalis dan tidak menyukai rasa pedas.

“Bagi saya tentu saja berbeda makanan Indonesia dan Portugal, apalagi di Indonesia dominasinya nasi,” kata Eduardo.

“Jadi saya menyesuaikan diri dan beradaptasi, apalagi cita rasa makanan di sini sedikit pedas,” sambungannya.

Eduardo sendiri mengakui suka mengeksplorasi hal baru, khususnya kuliner. Namun terbatasnya ruang gerak karena pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuatnya menahan diri. 

Dia juga mengaku belum mencicipi Bakso yang menjadi makanan khas kota Malang.

“Satu yang belum saya coba adalah Bakso. Kenapa saya belum mencoba Bakso karena alasan waktu saja. Belum ada kesempatan makan apalagi kondisinya lockdown seperti sekarang ini,” terangnya.

Untuk memenuhi kebutuhan makanan harian, pelatih 43 tahun tersebut mengandalkan kemampuan masaknya. Meskipun tidak jago urusan dapur, namun dia harus membiasakan diri karena tidak memiliki banyak pilihan saat ini.

“Jadi tidak banyak pilihan yang saya masak, seperti steak, olahan daging sapi dengan kentang dan itu saja kombinasinya. Karena tidak banyak pilihan yang bisa saya masak,” bebernya.

Selain itu memasak juga menjadi salah satu kegiatan yang membuatnya tetap aktif selama PPKM Darurat. Dia biasa memasak sambil menyaksikan film favoritnya.

“Jadi saya di rumah menonton televisi dan memasak. Kemarin saya baru menyelesaikan serial dari Perancis dan sempat juga menonton serial dari Portugal. Sekarang dua atau tiga jam di rumah saya habiskan untuk menonton film,” tandasnya. ***

wwwwww