Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
13 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
20 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

BIN Temukan Narasi Penolakan PPKM Digunakan Untuk Turunkan Jokowi

BIN Temukan Narasi Penolakan PPKM Digunakan Untuk Turunkan Jokowi
Ilustrasi demo menolak PPKM di Madura. (Foto; Istimewa)
Minggu, 25 Juli 2021 19:30 WIB

JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) secara aktif melaksanakan patroli siber selama 24 jam penuh setiap hari. Patroli itu bertujuan untuk mencermati dinamika penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19), termasuk gejolak masyarakat terhadap kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"BIN juga aktif melaksanakan patroli siber selama 24 Jam, setiap hari selama seminggu dalam rangka mencermati aspirasi maupun berbagai narasi yang berkembang di ranah siber," ujar Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto, Minggu (25/7).

Temuan BIN kata Wawan, demonstrasi di era pandemi termasuk demonstrasi Jokowi End Game merupakan salah satu narasi yang dikembangkan di media sosial.

Dalam poster ajak demonstrasi yang ditemukan BIN kata Wawan, dibuat oleh provokator dengan sengaja mencatut logo-logo perusahaan e-commerce untuk menarik massa yang lebih banyak.

"Faktanya perusahaan-perusahaan tersebut maupun komunitas ojol menyebut rencana aksi tersebut adalah bagian dari kabar bohong," kata Wawan.

Sementara itu, pengamanan tetap dilakukan guna mencegah secara dini dan mendeteksi dini dari segala kemungkinan provokasi lanjutan di lapangan.

Hal itu kata Wawan, dilakukan sebagai antisipasi guna mencegah klaster baru Covid-19. "PPKM merupakan kebijakan Pemerintah yang dibuat untuk menekan kasus baru Covid-19 sekaligus mengurangi beban rumah sakit yang semakin berat. Oleh sebab itu, rakyat diminta untuk bersabar, mematuhi kebijakan yang telah dibuat, dan menerapkan prokes secara ketat," jelas Wawan.

BIN masih kata Wawan, tidak memungkiri bahwa kebijakan PPKM membuat masyarakat lebih susah bergerak, sehingga ada sebagian masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasinya.

Namun demikian sambung Wawan, penyampaian aspirasi melalui aksi turun ke jalan rentan menciptakan klaster baru Covid-19 seiring munculnya varian delta yang lebih infeksius.

"Selain itu, narasi penolakan PPKM juga terindikasi digunakan untuk menyudutkan pemerintah oleh kelompok kepentingan hingga ajakan untuk menurunkan Presiden Jokowi," terang Wawan.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kesehatan, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww