Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
20 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
20 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
10 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Kisah Vino, Bocah di Kaltim Hidup Sebatang Kara Usai Ayah-Ibu Meninggal karena Covid

Kisah Vino, Bocah di Kaltim Hidup Sebatang Kara Usai Ayah-Ibu Meninggal karena Covid
Vino kini menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya di Kampung Linggang, Desa Purwerejo, RT 04, Kecamatan Tering, Kutai Barat. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 23 Juli 2021 07:49 WIB

KUTAI BARAT - Kisah memilukan dialami Vino, seorang bocah usia 10 tahun di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dia kini hidup sebatang kara setelah ayah dan ibunya meninggal dunia akibat positif COVID-19.

Vino kini menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumahnya di Kampung Linggang, Desa Purwerejo, RT 04, Kecamatan Tering, Kutai Barat, Kaltim. Sedihnya lagi, Vino ternyata belum mengetahui bahwa ayah dan ibunya telah tiada.

"Ayahnya meninggal tepat pada Hari Raya Idul Adha kemarin, sementara ibunya sehari sebelumnya. Keduanya dirawat di rumah sakit akibat penyakit COVID-19 yang dideritanya," kata petinggi Desa Purwerejo, Selamet, dilansir GoNews.co dari detikcom, Kamis (22/7/2021).

Setelah kedua orang tuanya meninggal dunia, Vino menjalani isolasi mandiri seorang diri di rumah. Namun kini sudah ada keluarga ayahnya yang menemani. Namun bocah 10 tahun itu hingga kini belum mengetahui ayah dan ibunya telah meninggal dunia akibat COVID-19.

Terkait kelanjutan hidup Vino, Selamet mengatakan petinggi desa menyerahkan sepenuhnya kepada keluarga mendiang ayah dan ibunya. Jika keluarga menjamin, maka Vino akan diserahkan kepada keluarganya untuk dirawat.

"Kita menunggu dari keluarganya. Jika memang mereka mau merawat, kita serahkan mereka untuk merawat. Saat ini memang sudah ada beberapa warga yang mau mengadopsi," tutup Selamet.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah, Kesehatan
wwwwww