Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
13 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
2
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
12 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
3
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
4
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
5
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
16 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
6
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Balai Kota
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Latih Nakes Puskesmas Jadi Pendamping Posyandu, Dukung Penerapan Standar Pelayanan Minimal
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Warga Bondowoso Ngamuk Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19 dengan Peti

Warga Bondowoso Ngamuk Tolak Pemakaman Jenazah Covid-19 dengan Peti
Warga Bonodowoso membakar peti jenazah Covid. (Foto: Istimewa)
Kamis, 22 Juli 2021 21:08 WIB
JAKARTA - Video warga menolak pemakaman dengan protokol Covid-19 diduga terjadi di Bondowoso, Jawa Timur viral. Warga mengamuk dan merusak peti jenazah.

Video berdurasi 2 menit 50 detik itu merekam aksi masyarakat mengeluarkan peti jenazah diduga pasien Covid-19 dari dalam ambulans yang terparkir di halaman masjid.

Warga kemudian menggotong peti jenazah masuk masjid. Berikutnya, warga yang emosi melempar peti jenazah dan merusaknya. Sedangkan jenazah pasien sudah dikeluarkan dari peti tersebut. Diketahui peristiwa itu terjadi di Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso, Senin (19/7/2021).

Kapolsek Wonosari, AKP Samsul Arif membenarkan viral video warga menolak pemakaman protokol kesehatan Covid-19 tersebut di wilayah Wonosari. Peristiwa itu dipicu salah seorang anggota keluarga menolak penggunaan peti jenazah terhadap pemakaman pasien berinisial N (39). Sebab hal itu diyakini tidak sesuai syariat Islam.

Namun, lanjut dia, tetap dimakamkan dengan menggunakan kantong jenazah dan protokol kesehatan.

"Yang meninggal itu adalah tokoh agama yang punya masjid itu. Jadi tak mau pemakamannya menggunakan kotak jenazah, disalatkan di dalam masjid," katanya dikutip dari timesindonesia.co.id -- jejaring media suara.com, Kamis (22/7/2021).

"Tapi tetap menggunakan kantong jenazah," imbuhnya.

Dijelaskannya, proses pemakaman berlangsung kondusif meski sebelumnya sempat ada penolakan. Bahkan, saat jenazah dimandikan di RSUD Koesnadi, keluarga ikut menyaksikan dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD).

AKP Samsul menjelaskan, pasien Covid-19 tersebut meninggal dunia saat dirawat di Rumah Sakit Mitra Medika karena sesak nafas. Kemudian untuk proses pemulasaraan jenazah dilakukan di kamar jenazah RSUD dr. Koesnadi Bondowoso.

"Yang meninggal ini pasien positif Covid-19," jelasnya.

Sebelumnya juga viral video warga di Kecamatan Tamanan Bondowoso, melakukan penolakan pemakaman menggunakan Prokes terhadap jenazah Covid-19. Bahkan peti mati dibakar warga.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kesehatan, Warga Bertuah
wwwwww