Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
10 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
17 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Waspada, Oksigen Palsu Diduga Diisi Udara Kompresor Tambal Ban Ditemukan di Tulungagung

Waspada, Oksigen Palsu Diduga Diisi Udara Kompresor Tambal Ban Ditemukan di Tulungagung
Oksigen palsu Ditemukan di Tulungagung (Foto: Antara)
Rabu, 21 Juli 2021 18:12 WIB

TULUNGAGUNG- Sejumlah tabung berisi oksigen palsu ditemukan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Tabung oksigen palsu ini membuat khawatir para pedagang dan peternak ikan hias yang kerap menggunakan oksigen tersebut dalam mengirim paket ikan hiasnya ke luar daerah.

Anggota kelompok peternak Sol Koi di Tulungagung, Alipin (35) mengatakan bahwa pihaknya menyadari adanya oksigen palsu tersebut setelah sejumlah ikannya mati saat akan dikirim. "Kami menyadari oksigen yang kami dapat (beli) palsu setelah ikan dalam kantong plastik yang telah diisi udara dari tabung oksigen itu mati, hanya selang beberapa menit setelah pengisian," kata dia, Rabu (21/6/2021).

Menurut dia, beberapa ikan Koi miliknya mati dalam tempo 15 menit karena kehabisan oksigen setelah dikemas. Saat itu, dirinya mengisi dua kantong plastik dengan ikan koi dan mendapati sejumlah ikannya mengap-megap karena kekurangan oksigen. "Kami kemudian menguji tabung hitam yang kami curigai berisi oksigen palsu dengan oksgen asli," katanya.

Caranya, lanjut dia, udara dari dua tabung oksigen itu dimasukkan dalam kantong plastik. Lalu, kantong yang berisi oksigen asli langsung terbakar saat disulut api sedangkan yang berisi oksigen palsu sama sekali tak terbakar. "Kalau dibakar kelihatan jelas sekali," katanya.

Perbedaan lainnya yakni suhu tabung. Oksigen palsu dalam tabung hitam itu terasa lebih hangat, dibanding oksigen asli.

Saat dihirup, oksigen asli terasa lebih segar. Sedang oksigen palsu seperti udara biasa. Dirinya menduga, tabung hitam berisi oksigen palsu itu diisi dengan udara biasa dari mesin kompresor tambal ban.

Alpin mengungkapkan bahwa membeli oksigen tersebut dengan harga yang cukup tinggi. "Kalau biasanya Rp25 ribu, saya dapatnya sekitar Rp100 ribu," ujarnya.

Awalnya ada tiga tabung oksigen. Dari tiga tabung itu, dirinya membeli satu tabung. Sedang dua tabung rencananya akan digunakan untuk orang sakit. "Begitu tahu tabung yang barusan didapat dari orang Pacitan palsu, segera memberitahu temannya agar tabung oksigen yang dibawa tidak digunakan (untuk manusia/orang sakit)," katanya.

Peredaran oksigen palsu itu terjadi di tengah kelangkaan oksigen sejak serangan pandemi Covid-19 kembali meningkat seiring persebaran Covid-19 varian delta.

Peternak dan pedagang koi bergantung pada ketersediaan oksigen untuk mengirim ikan hidup ke luar daerah, bahkan luar pulau, kesulitan mendapat bahan baku udara segar itu lantaran tingginya kebutuhan oksigen untuk kepentingan medis.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww