Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
5
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
Balai Kota
7 jam yang lalu
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
6
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

PKS Tagih Janji Pemerintah Alihkan Gas Oksigen Industri ke Medis

PKS Tagih Janji Pemerintah Alihkan Gas Oksigen Industri ke Medis
Wakil Ketua FPKS DPR RI, Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto. (foto: Istimewa)
Rabu, 14 Juli 2021 19:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Wakil Ketua FPKS DPR RI, Bidang Industri dan Pembangunan, Mulyanto minta Pemerintah tepati janji alihkan pasokan gas oksigen sektor industri ke sektor medis.

Mulyanto melihat hingga saat ini kebijakan itu belum dijalankan sehingga beberapa rumah sakit masih kesulitan mendapatkan pasokan gas oksigen untuk melayani pasien.

Anggota Komisi VII DPR RI ini mendapat laporan hingga saat ini perusahaan penghasil bahan baku liquid oxygen masih menyalurkan produknya ke sektor industri. Akibatnya produsen gas oksigen untuk medis kekurangan bahan baku.

"Padahal kita berharap produsen gas oksigen untuk medis ini dapat mengoptimalkan kapasitas pabriknya mencapai seratus prosen dan bahkan menambah kapasitas produksi baru. Upaya ini tidak bisa dipenuhi kalau bahan baku liquid oxygen-nya tetap dialirkan ke sektor industri seperti biasa.

Pemerintah harus serius mengawasi distribusi dan alokasi bahan baku liquid oxygen ini di lapangan. Bila tidak ujung-ujungnya produksi gas oksigen untuk sektor medis tetap akan mengalami kekurangan dan ujung-ujungnya kita hanya mengandalkan impor gas oksigen," tegas Mulyanto.

Untuk diketahui produksi gas oksigen dalam negeri total sebesar 640 juta ton per tahun dengan kapasitas produksi sebesar 74 persen. Dari jumlah ini sektor industri dialokasikan sebesar 70 persen, sedang sektor medis dialokasikan sebesar 30 persen.

Dengan peningkatan tajam kebutuhan gas oksigen di sektor medis, maka selain upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi gas oksigen yang belum optimal dan menambah kapasitas pabrik baru, Pemerintah berjanji akan meningkatkan alokasi gas oksigen untuk sektor medis bahkan mencapai 100%.

Jadi, implementasi janji Pemerintah untuk menggeser alokasi gas oksigen dari sektor industri ke sektor medis sampai 100 persen di masa-masa panik seperti sekarang ini sangat ditunggu.

Pemerintah, melalui aparat pengawasannya, perlu memastikan bahwa bahan baku liquid oxygen untuk produksi gas oksigen medis tercukupi baik untuk pengoptimalan kapasitas produksi terpasang yang ada maupun untuk penambahan kapasitas baru.***

wwwwww