Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
5
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
Balai Kota
6 jam yang lalu
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
6
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

LBH Sebut Pernyataan Risma ke ASN Lukai Orang Papua

LBH Sebut Pernyataan Risma ke ASN Lukai Orang Papua
Mensos Risma (Tri Rismaharini). (Foto: Istimewa)
Rabu, 14 Juli 2021 17:46 WIB

JAKARTA - Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua Emanuel Gobay mengatakan pernyataan Menteri Sosial Tri Rismaharini yang mengancam memindahkan ASN Kementerian Sosial (Kemensos) ke provinsi paling timur di Indonesia itu melukai hati orang Papua.

"Ini saya pikir sesuatu yang harus dibuat serius. Karena ini akan berdampak melukai hati orang Papua. Karena dia (Risma) secara langsung menyebutkan identitas," kata Emanuel, Rabu (14/7).

Emanuel menyebut Risma merupakan pejabat negara yang seharusnya tak bersikap rasis. Ia khawatir masyarakat meniru sikap yang disampaikan politikus PDI Perjuangan itu. Menurut Emanuel, tindakan Risma harus diselesaikan dengan jerat hukum. Ia menilai Risma telah melanggar UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis serta UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Dalam konteks UU ASN ada satu asas yaitu perlindungan HAM. Pernyataan ini kan jelas-jelas melanggar HAM dalam konteks diskriminasi ras dan etnis," katanya.

Emanuel pun mempertanyakan niat Risma menggeser ASN yang buruk ke Papau. Ia khawatir pernyataan Risma itu bukan sekedar opini pribadi tetapi sudah umum berkembang di pemerintah pusat. "Kalau ini sebuah rahasia bersama dalam aparat pemerintah, birokrasi pusat, berarti mereka sedang membiarkan fakta pelanggaran hukum HAM oleh aparatur negara," ujarnya.

Sebelumnya, Risma mengancam memindahkan ASN Kemensos ke Papua saat memantau dapur umum di Balai Wyata Guna, Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (13/7). Risma kesal dengan para ASN yang tak sigap menyiapkan dapur umum di tengah lonjakan kasus virus corona. "Saya tidak mau lihat seperti ini lagi. Kalau seperti ini lagi, saya pindahkan semua ke Papua. Saya enggak bisa pecat orang kalau enggak ada salah, tapi saya bisa pindahkan ke Papua. Jadi tolong yang peka," kata Risma.

Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat membantah Risma bersikap rasis melalui pernyataan tersebut. Ia mengatakan Risma tidak berniat melakukan rasisme. "Silakan tanya ke tokoh-tokoh Papua, bagaimana seorang Bu Risma itu sudah menjadi mamanya Papua gitu loh," kata Harry, Rabu (14/7).***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww