Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
5
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
Balai Kota
6 jam yang lalu
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
6
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Langkah IBL Soal Standarisasi Kontrak Pemain Dapat Dukungan

Langkah IBL Soal Standarisasi Kontrak Pemain Dapat Dukungan
Rabu, 14 Juli 2021 12:25 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Indonesia Basketball League (IBL) melakukan sebuah gebrakan baru di tahun ini. Liga menginginkan adanya standarisasi kontrak pemain, yang akan dimulai tahun ini. Dukungan terus mengalir untuk rencana tersebut, termasuk dari Daniel Timothy Wenas, yang dikenal getol menyuarakan tentang keadilan terhadap pemain.

Daniel menganggap bahwa kontrak yang ada di liga profesional sekarang agak merugikan dari sisi pemain. Padahal kontrak seorang pemain profesional bukan kontrak kerja, melainkan kontrak kerjasama. Ada pasal-pasal yang bisa dibicaraka antara pemain dan klub yang menaunginya. 

Kebanyakan dari para pemain kurang jeli dalam memahami kontrak tersebut. Oleh karenanya perlu ada standarisasi yang dibuat oleh liga, untuk melindungi hak-hak dan kewajiban pemain. 

"Saya rasa langkah ini sangat bagus. Meski saya belum tahu aplikasinya nanti seperti apa, yang jelas liga sudah membuat keputusan bagus untuk melindungi kami sebagai pemain," katanya.

Daniel prihatin dengan beberapa kabar tentang ketidakadilan terhadap pemain belakangan ini. Misalnya kasus Bogor Siliwangi, yang dia sendiri ada di dalamnya. Kemudian yang terbaru soal Dimaz Muharri. Semuanya membuktikan bahwa lemahnya posisi pemain dalam hal kontrak ini.

"Pemain harus lebih peduli lagi dengan kontrak yang mengikatnya. Setiap pasal harus dibaca dengan seksama," jelas Daniel. "Tapi sekarang liga sudah membuat standariasi kontrak. Kalau ini betul-betul bisa dijalankan maka liga kita akan lebih baik."

IBL sendiri sudah melakukan rapat koordinasi dengan klub-klub terkait standarisasi kontrak tersebut pada 10 Juli 2021. Sekarang draft tersebut masih dipelajari oleh klub-klub peserta. Nantinya kalau sudah disetujui, maka akan disosialiasikan ke pemain di liga.  ***

Kategori:Gelanggang
wwwwww