Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
9 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Gelanggang
Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Lukman Optimistis Eko dan Deni Bisa Capai Peak Performance

Lukman Optimistis Eko dan Deni Bisa Capai Peak Performance
Pelatih Angkat Besi Olimpiade, Lukman bersama Eko Yuli Irawan dan Deni. (Dok. Pribadi)
Selasa, 13 Juli 2021 21:09 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Lifter angkat besi, Eko Yuli Irawan dan Deni terus menjalani program latihan di Empire Fit Gym Stadion Utama Komplek Gelora Bung Karno Jakarta, untuk menghadapi Olimpiade Tokyo 2020. Recananya, Eko Yuli Irawan dan Deni bersama rombongan akan bertolak ke Jepang, Minggu, 17 Juli 2021 malam.

"Eko dan Deni terus menjalani program latihan. Kondisi fisik mereka cukup bagus dan keduanya siap tampil di Olimpiade Tokyo 2020," kata pelatih bersertifikat internasional (IWF), Lukman yang dihubungi Gonews.co Group, Selasa (13/7/2021) malam.

Di Olimpiade Tokyo ini merupakan penampilan keempat Eko Yuli Irawan. Sebelumnya, dia meraih perunggu Olimpiade Beijing 2008 dan London 2012 serta perak Olimpiade Rio de Janeiro. Sedangkan Deni yang merupakan peraih medali emas SEA Games Filipina 2019 ini merupakan penampilan yang ketiganya. Sebelumnya, dia tampil di Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Diakui Lukman, persaingan di kelas 61kg yang ditempati Eko Yuli Irawan cukup ketat. Begitu juga dengan Deni yang turun di kelas 67kg. Namun, dia optimistis Eko dan Deni bisa menampilkan yang terbaik pada saat tampil pada pesta olahraga akbar dunia empat tahunan tersebut.

"Progres latihan Eko dan Deni cukup positif dan banyak kemajuan dalam angkatan baik Snatch maupun Clean and Jerk. Saya optimistis Eko dan Deni bisa mencapai peak performance (puncak prestasi) saat tampil di Olimpiade Tokyo nanti," jelas Lukman yang selalu berdoa agar kedua anak asuhnya tetap sehat dan dalam kondisi fisik prima di tengah pandemi Covid-19 ini.

Ketika ditanyakan siapa lawan berat Eko dan Deni, Lukman menjawab, "Eko akan bersaing dengan Lifabin (China), Thach Kim Tuan (Vietnam), dan Masquera Valencia (Columbia). Sedangkan Deni akan bersaing dengan Chen Lijun China) yang menempati peringkat satu dunia, Masquera Lozano (Columbia), Ergazev A (Uzbekistan), Ozbeck Mohammed (Turki), dan Zani Mikro (Italia),"

Reputasi Lukman memang tidak diragukan dalam mengangani angkat besi. Dia meruapan salah satu pelatih yang melahirkan lifter angkat besi yang berprestasi di Olimpiade. Dia sukses mengorbitkan lifter angkat besi putri Indonesia, Lisa Rumbewas yang meraih perak Olimpiade Sidney 2000 dan perak Olimpiade Athena 2004.

Setelah itu, Lukman yang juga mantan lifter nasional itu sukses mengorbitkan Eko Yuli Irawan dan Triyatno yang ditanganinya sejak junior. Eko meraih perunggu di Olimpiade Beijing 2008 dan London 2016 dan Triyatno meraih perak di Olimpiade London 2012. Saat tidak direkrut menjadi pelatih pelatnas, Lukman sempat menangani lifter angkat besi Malaysia dan Thailand. ***

wwwwww