Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
24 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
2
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
15 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
3
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
16 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
4
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
16 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
5
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
13 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Uni Emirat dan Oman Setop Seluruh Penerbangan dari Indonesia

Uni Emirat dan Oman Setop Seluruh Penerbangan dari Indonesia
Ilustrasi pesawat Emirates. (Foto: Istimewa)
Senin, 12 Juli 2021 01:04 WIB

JAKARTA - Selain Uni Emirat Arab, Oman juga melarang penerbangan asal Indonesia. Hal ini bahkan telah dilakukan Oman sejak 9 Juli lalu.

Dilansir dari Gulf News, Sabtu (10/7), total ada 23 negara yang dilarang terbang ke Oman. Keputusan ini diambil Komite Tertinggi Kesultanan dan Otoritas Penerbangan Sipil Oman untuk menangani pandemi COVID-19.

Sejumlah negara yang dilarang terbang ke Oman itu yakni Singapura, Indonesia, Irak, Iran, Tunisia, Libya, Argentina, Kolombia, dan Brunei. Negara-negara ini masuk dalam Daftar Merah.

Selain itu, Oman juga memperpanjang larangan perjalanan di 14 negara, termasuk Sudan, Brasil, Nigeria, Tanzania, Sierra Leone, Ethiopia, Inggris, India, Pakistan, Bangladesh, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Penumpang yang melewati negara-negara Daftar Merah dalam 14 hari terakhir dilarang memasuki Kesultanan. Terbaru, Mesir telah dihapus dari Daftar Merah tersebut.

"Warga Negara Oman, diplomat, petugas kesehatan, dan keluarga mereka tidak termasuk (dalam pelarangan). Kedatangan ke Oman akan tunduk pada aturan COVID-19 yang berlaku," tulis Gulf News.

Mereka yang tiba di Oman juga wajib melakukan karantina selama satu minggu. Sementara orang Oman yang baru tiba juga wajib menjalani karantina di rumah masing-maisng. Aturan karantina berlaku untuk semua orang, termasuk yang telah divaksin COVID-19.

Setibanya di Oman, penumpang juga harus menjalani tes PCR wajib dan tes lainnya di akhir masa karantina. Adapun hingga saat ini Oman mengumumkan kembali memperpanjang lockdown selama 11 jam, dari jam 5 sore hingga jam 4 pagi, hingga 31 Juli mendatang.

Selain itu, Oman juga memberlakukan penutupan total selama liburan Idul Adha. Kegiatan komersial ditutup selama periode lockdown.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Kuliner, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww