Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
10 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
3 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

GG PAN Minta Tito Tegur Kepala Daerah yang Belum Bayar Insentif Tenaga Pemulasaraan

GG PAN Minta Tito Tegur Kepala Daerah yang Belum Bayar Insentif Tenaga Pemulasaraan
Ilustrasi latihan memulasarkan jenazah pasien Covid-19. (foto: dok. ist.)
Minggu, 11 Juli 2021 15:56 WIB
JAKARTA - Anggota Fraksi PAN DPR RI, Guspardi Gaus alias GG, meminta Mendagri Tito untuk menegur keras kepala daerah yang belum membayarkan insentif untuk tenaga pemulasaraan jenazah pasien Covid-19.

"Peristiwa tunggakan pembayaran insentif tenaga pemulsaraan jangan terulang kembali," kata Guspardi kepada GoNEWS.co, Minggu (11/7/2021).

Sebelumnya, tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di RSUD Ciereng, Kabupaten Subang, mogok kerja lantaran uang insentif selama 16 bulan kerja tak kunjung mereka terima. Rencananya, aksi mogok akan berlangsung hingga 14 hari, terhitung sejak Sabtu.

April lalu, laporan belum dibayarkannya insentif tenaga pemulasaraan juga terjadi di Situbondo. Belasan orang tenaga pemulasaraan dikabarkan belum dibayar selama 6 bulan.

Mundur lebih jauh ke Agustus 2020, petugas pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 di RSUD Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat juga Curhat soal insentif. Mereka tidak menerima upah dan insentif sejak pandemi Covid-19.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kabar Bertuah
wwwwww