Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
11 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
4
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
4 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Dimaz Sampaikan Isi Hati Lewat Surat Terbuka

Dimaz Sampaikan Isi Hati Lewat Surat Terbuka
Minggu, 11 Juli 2021 16:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Dimaz mundur dari CLS pada tahun 2015. Dia ingin fokus pada keluarga dan mendampingi istrinya Selvia Wetty yang ketika itu mengalami dua kali keguguran. 

"Awalnya CLS tampaknya merestui keputusan saya, namun selang beberapa hari sejak saya mengutarakan pengunduran diri, saya diminta untuk membayar uang ratusan juta rupiah," tulis Dimaz dalam surat terbuka yang dia kirim ke media.

Uang itu termasuk pengembalian gaji yang sudah dia terima dan uang kontrak tahun pertama. Dimaz saat itu tak mau pusing walaupun jumlah yang dibayarkan cukup banyak, "Saya ingin segera fokus pada keluarga," tulisnya.  

Pembayaran pun dia lakukan sesuai tenggat waktu, sebab pihak CLS menyebut akan mengenakan bunga sebesar 5 persen setiap bulannya. Namun ternyata hal itu tidak cukup.

Pihak CLS meminta tandatangannya untuk surat yang katanya bertujuan agar dia tidak bermain di klub profesional hingga kontrak berakhir pada tahun 2017. Jika tidak Dimaz harus membayar sebesar Rp. 393.600.000.

Pada 2019, Dimaz mendapat tawaran dari Louvre. Kondisi keluarga yang membaik dan rindu pada basket dan merasa kontrak dengan CLS sudah tuntas pada 2017, Dimaz pun menerima tawaran tersebut dan bermain di kompetisi IBL yang kemudian terpaksa berhenti karena Pandemi Covid-19 dan Dimaz pun juga memutuskan kembali berhenti bermain. 

Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah berharap kasus lama antara Dimaz Muharri dan mantan klubnya ini dapat  berakhir segera dengan baik-baik. 

"Tak hanya selesai secara profesional tetapi juga secara kekeluargaan di kedua pihak" kata Junas menyoroti beredarnya surat terbuka Diaz Muharri yang mencurahkan isi hatinya melalui surat terbuka kepada publik. ***

Kategori:Gelanggang
wwwwww