Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
8 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2021

Pemain Persela Antusias Jalankan Program Latihan Mandiri

Pemain Persela Antusias Jalankan Program Latihan Mandiri
Sabtu, 10 Juli 2021 18:41 WIB
Penulis: Azhari Nasution
LAMONGAN - Para pemain Persela Lamongan begitu antusias menjalankan program latihan mandiri yang dilakukan secara virtual selama aktivitas tim diliburkan dalam masa PPKM Darurat. Asisten Pelatih Persela Lamongan, Didik Ludianto yang menyebut setiap hari pemainnya rajin mengirim video latihan ke grup WhatsApp tim.

“Alhamdulillah pemain antusias melaporkan individual training. Buktinya sementara ini semua pemain melaporkan lewat video, sampai-sampai memori hp hampir penuh,” ungkap Didik.

Didik Ludianto menjelaskan tim pelatih tidak mengalami kesulitan dalam memantau kondisi pemain. Termasuk melakukan evaluasi terhadap program latihan mandiri yang dijalankan. Dia meyakini bahwa Ahmad Bustomi dkk merupakan atlet sepak bola profesional yang mengerti sejauh apa kebutuhan mereka untuk menjaga kondisi.

“Kita membuat program latihan itu intinya arahan untuk menjadi pemain profesional, kalau sudah bicara profesional kita harus percaya,” jelasnya.

Tim pelatih menegaskan apabila selama masa latihan mandiri para pemainnya tidak benar-benar menjalankan program dengan baik akan ada konsekuensi terhadap masa depan sang pemain di klub sebagai bentuk punishment yang diberikan.

“Seorang profesional dilahirkan untuk menjawab sebuah tantangan. Artinya kalau kita kerja enggak maksimal, tahun depan mungkin tidak dikontrak lagi,” pungkas pelatih berusia 44 tahun. ***

wwwwww