Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
5
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
Balai Kota
7 jam yang lalu
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
6
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

BMKG Jelaskan Fenomena Awan Mirip UFO

BMKG Jelaskan Fenomena Awan Mirip UFO
Fenomena awan tudung di Banda Aceh, Selasa (6/7/2021) sore. (foto: ist./cut ida khairani).
Rabu, 07 Juli 2021 12:19 WIB
MEULABOH - Penampakan awan mirip UFO di langit kawasan Desa Punge, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, Selasa (6/7/2021) sore, menjadi perhatian.

Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rezky P. Hartiwi menjelaskan, awan mirip UFO itu adalah awan Lenticularis atau awan topi atau awan tudung.

Awan ini terbentuk akibat hembusan masa udara yang basah di sekitar bukit atau gunung. Biasanya awan tersebut dapat menyebabkan terjadinya angin kencang, dan hujan. Namun seiring berjalannya waktu awan ini akan luruh.

Antara melansir, awan ini dapat menyebabkan adanya turbulensi atau putaran angin secara vertikal yang kuat. Sehingga, kata Rezky, "Sangat berbahaya bagi penerbangan dengan level rendah,".

"Pesawat bisa mengalami penurunan tekanan udara secara drastis," kata Rezky Rabu, sebagaimana dikutip GoNEWS.co.

Rezky mengimbau, masyarakat untuk tetap di dalam rumah saat fenomena awan ini muncul. "Kalaupun ada yang mengharuskan beraktivitas di luar, dimohon untuk tetap waspada dan hati-hati," imbaunya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Lingkungan, Warga Bertuah
wwwwww