Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
24 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
10 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
3
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
10 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
4
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
5
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
6
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Home  /  Berita  /  Kampus

Corona di Indonesia: Partai Dominan dan Oposan lagi Kompak Dorong Lockdown

Corona di Indonesia: Partai Dominan dan Oposan lagi Kompak Dorong Lockdown
Ilustrasi lockdown atau karantina wilayah. (gambar: ist./unsplash)
Senin, 28 Juni 2021 10:50 WIB
JAKARTA - Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera menilai, pelaporan Wabup Lampung Tengah ke polisi karena dugaan pelanggaran Prokes adalah bukti salah arahnya pemerintah dalam penanganan pandemi.

"(Pertama, red) proses sosialisasi belum tuntas," ujar Mardani, Senin (28/6/2021).

Akibatnya, imbuh Mardani yang merupakan salah satu speaker partai oposan itu, "Akan ada banyak korban jika fokusnya pada penindakan,".

Mestinya, menurut Mardani, penerapan UU Karantina Kesehatan fokus pada membangun kekuatan sosial untuk tangguh menghadapi pandemi berbasis kesadaran, bukan mengedepankan hukum. "Waktu dan tenaga habis untuk menghukum orang sementara korban pandemi Covid-19 kian banyak,".

Kedua, Mardani juga menyatakan bahwa pihaknya mendorong pemerintah untuk menerapkan lockdown atau karantina wilayah sesuai UU Kekarantinaan Kesehatan.

"Kita usulkan lockdown atau karantina wilayah," kata Mardani kepada GoNEWS.co.

Sebelumnya, Wakil Bupati atau Wabup Lampung Tengah, Ardito Wijaya dilaporkan ke Polda Lampung karena diduga melanggar protokol kesehatan saat menghadiri pesta. Laporan itu diterima polisi pada Minggu kemarin.

Laporan itu terdaftar dengan nomor registrasi LP/B/950/VI/2021/SPKT/POLDA LAMPUNG. Bukti laporan itu diberikan oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Senin (28/6/2021).

"Laporan masyarakat baru kami terima di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polda Lampung pada hari Minggu, 27 Juni 2021 selanjutnya laporan tersebut akan dilakukan penyelidikan," ujar Pandra dikutip dari detik.com.

Lockdown juga Jadi Dorongan Partai Terkuat di DPR

Dorongan lockdown atau karantina wilayah ini, sebelumnya juga disampaikan oleh berbagai pihak, termasuk politisi PDIP, Charles Honoris. Charles yang duduk sebagai Wakil Ketua Komisi Kesehatan DPR RI itu menilai PPKM Mikro tak lagi relevan dengan situasi penyebaran korona yang meninggi di Tanah Air. Seperti diketahui, PDIP adalah fraksi terkuat saat ini di DPR RI. PDIP juga merupakan partai dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus
wwwwww