Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Arsul Sani Dorong Pemerintah Buka Diskursus Publik Gali Potensi Pajak

Arsul Sani Dorong Pemerintah Buka Diskursus Publik Gali Potensi Pajak
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PPP, Arsul Sani dalam sebuah diskusi di Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021). (foto: gonews.co/dzulfiqar)
Rabu, 16 Juni 2021 15:44 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Arsul Sani menyatakan, seharusnya pemerintah bisa membangun diskursus publik mengenai bagaimana cara meningkatkan pendapatan negara.

Hal tersebut disampaikan Arsul saat mengomentari tanggapan pemerintah atas bocornya rencana pajak sembako.

"Harus tidak sekedar membantah bahwa yang akan dikenakan pajak adalah Sembako premium," ujar Arsul dalam diskusi gelaran Kehumasan MPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Harusnya, kata Arsul, dibangun diskursus publik mengenai bagaimana cara untuk meningkatkan atau mempertahankan pendapatan negara. "Apa sektor-sektor yang masih mungkin untuk dipajaki lagi,".

Dalam kesempatan itu, Arsul juga menyingung sektor tembakau dan emas.

Sebelumnya, wacana pemerintah untuk memajaki sembako mengemuka di tengah publik. Tak hanya memajaki sembako, pemerintah melalui rencana revisi UU KUP juga ingin memajaki jasa pendidikan. Beragama reaksi penolakan pun muncul.

Dalam diskusi MPR kali ini, selain Arsul yang merupakan politisi PPP, juga hadir Anggota MPR RI Fraksi Gerindra, Kamrussammad. Keduanya kompak menyampaikan catatan-catatan kritis.

"Ini kebetulan yang ada di depan dua-duanya anggota koalisi pemerintahan, tapi kita sekarang anggota koalisi lebih kritis dari pada yang enggak koalisi. Habis yang di luar teriakannya belum cukup keras, akhirnya kita ikut berteriak juga lah," ujar Arsul.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Kampus, Pasar & Niaga
wwwwww