Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
5 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
4 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

5 Warga Tewas Ditembak, OPM Peringatkan Pekerja Indonesia Tinggalkan Papua

5 Warga Tewas Ditembak, OPM Peringatkan Pekerja Indonesia Tinggalkan Papua
Anggota TNI Polri dan warga saat akan memakamkan jenazah korban penembakan OPM. (Foto: Istimewa)
Senin, 07 Juni 2021 06:18 WIB
TIMIKA - TPNPB-OPM Papua diduga menjadi dalang penembakan lima warga sipil yang tewas di Kabupaten Puncak, Papua, beberapa hari lalu.

Kini, Pengelola Manajemen Markas Pusat Komnas Organisasi Papua Merdeka-Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) mengultimatum seluruh warga Indonesia yang bekerja di Papua segera meninggalkan Bumi Cenderawasih tersebut.

Peringatan ini dikeluarkan berdasarkan perkembangan situasi di daerah konflik yang memanas, terutama di tiga wilayah kabupaten yakni Puncak, Intan Jaya, dan Ndugama.

"Melihat situasi Konflik bersenjata di Kabupaten Puncak Papua, Intan Jaya dan Ndugama, maka kami dari Pengendali Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan peringatan tegas kepada semua Imigran Indonesia yang mencari makan di negeri milik bangsa Papua agar segera tinggalkan wilayah konflik bersenjata," demikian peringatan disampaikan juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, lewat keterangan resmi seperti dikutip GoNews.co dari CNNIndonesiacom, Minggu 6 Juni 2021.

Dia menyebutkan, bahwa peringatan ini punya konsekuensi serius bagi mereka yang tidak mematuhi. TPNPB-OPM bakal menembak para pekerja Indonesia yang tetap bertahan. "Masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan Pimpinan dan Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, maka risiko silakan tanggung sendiri," kata dia.

Situasi keamanan di sejumlah daerah di Papua belakangan tidak menentu. Kontak senjata antara TNI-Polri dengan OPM terus terjadi, menyebabkan korban berjatuhan dari kedua pihak dan warga sipil.

OPM bahkan menetapkan Puncak Ilaga, Papua sebagai medan pertempuran melawan pasukan gabungan TNI-Polri. Wilayah itu dipilih, lantaran jauh dari penduduk dan warga sipil.

Lima Warga Sipil Tertembak

Polisi sebelumnya menyampaikan kelompok bersenjata kembali menjadi dalang kematian empat warga, setelah kelompok KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) tersebut menyerbu Kampung Eromage, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, Papua.

Lima penduduk, termasuk satu kepala desa tewas ditembak. "Adapun korban yang meninggal yaitu keluarga dari Kepala Desa Nipurlema Petianus Kogoya, beserta anggota keluarga lainnya. Mereka dinyatakan meninggal dunia akibat serangan tersebut," ujar Kasatgas Humas Operasi Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Al-Qudusy, Jumat 3 Juni 2021.

Saat ini korban masih berada di kampung dan belum bisa dievakuasi lantaran masih terjadi kontak tembak di sekitar Bandara Ilaga.

Akibat kejadian tersebut penduduk di 10 kampung mengungsi ke arah Kunga. Tim gabungan dari TNI dan Polri saat ini sedang memburu pelaku.

Sementara itu, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka Sebby Sambom mengaku pihaknya tidak terlibat penembakan tersebut.

"Hari ini terjadi penembakan masyarakat sipil oleh TNI dan Polri di Desa Nipulame, Ilaga," ujar Sebby dikutip dari Tirto, Jumat 4 Juni 2021.

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Parlemen, Cendekia, Warga Bertuah
wwwwww