Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
8 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
6
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Hari Lahir Pancasila Hingga Menjamurnya Wartawan 'Bodrek'

Hari Lahir Pancasila Hingga Menjamurnya Wartawan Bodrek
Ketua AJI Sasmito.(Foto/rri.co.id/Charlie Reinhard)
Selasa, 01 Juni 2021 19:48 WIB
JAKARTA - Wartawan bodrek (gadungan) saat ini masih terus muncul dan dinilai dapat mengikis nilai-nilai Pancasila.

Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sasmito menyebut wartawan bodrek yang menerima amplop tidak mengerti definisi independensi.

"Jadi butuh strategi pendekatan yang lain supaya nilai independensi bisa ditularkan ke teman jurnalis yang lain," katanya saat dialog bersama RRI dengan tema 'Orang Media Bicara Aktualisasi Nilai Pancasila' di Newsroom RRI, Jakarta, Selasa (1/6/2021).

"AJI memang sejak berdiri itu kan selalu mengkampanyekan anti amplop," sambungnya.

Untuk itu, katanya, AJI semakin mengubah strategi untuk merekrut anggotanya. "Kita saklek gitu ya, ada orang yang menerima amplop dan sebagainya yang bertentangan dengan nilai AJI, maka akan sulit masuk anggota AJI. Semakin kesini kita juga mencoba merangkul teman-teman supaya nilai AJI kita sebarkan ke semua teman-teman jurnalis," katanya.

Sekretaris PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Sekretaris PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo menyebut jika saat ini setiap orang dengan mudah dapat membuat sebuah media, terutama media online. "Sekarang punya duit 2 juta, 3 juta aja sudah bisa membuat media. Tapi, ya media seperti apa dulu?" tegasnya.

Jika ditanya mengenai jumlah wartawan saat ini, dirinya mengaku tidak mengetahui jumlah persisnya. Hal itu dikarenakan menjamurnya orang yang mengaku sebagai wartawan.

"Tapi kami di PWI selalu teriak-teriak, ya jadi kalau misalnya ada wartawan bodrek (wartawan amplop) kalau misalnya ada laporan-laporan ke kami, itu pasti kami tindak lanjuti," tegasnya.

"Jadi orang punya kartu pers saja sudah bisa langsung, padahal belum tentu bisa nulis. Ketika ketemu wartawan seperti itu, ditanya aja tergabung di organisasi apa, kalau tergabung di organisasi yang resmi, silakan kalau ada kelakuan yang tidak betul menyalahi kode etik, ya laporkan," tutupnya.

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:RRi.co.id
Kategori:GoNews Group, Parlemen, Balai Kota, Warga Bertuah
wwwwww