Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
3 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
2 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Perempuan di Sumenep Meninggal Dunia Usai 6 Jam Menikah, Kakak Ipar Bantah Karena Diracun

Perempuan di Sumenep Meninggal Dunia Usai 6 Jam Menikah, Kakak Ipar Bantah Karena Diracun
Ilustrasi pemakaman. (Foto: Istimewa)
Sabtu, 29 Mei 2021 22:27 WIB
SUMENEP - Seorang perempuan 18 tahun di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, meninggal dunia setelah baru menikah siri dengan tunangannya. Perempuan tersebut berinisial AN warga Desa Kolo Kolo, Kecamatan Arjasa.

Arli kakak ipar AN mengatakan peristiwa meninggalnya AN terhitung setelah enam jam dari ijab-kabul nikah pada Jumat (28/5). AN meninggal dunia di Puskesmas setempat.

Menurutnya, AN memiliki riwayat penyakit lambung. Faktor dipicu sering lambat makan dan suka makan-makanan pedas. "Namun perjalanan menuju Puskesmas mengalami kendala karena keluarga tidak memiliki mobil. Selain itu, akses jalan ke Puskesmas sempit karena berada di pelosok," kata Arli, seperti dilansir GoNews.co dari CNNIndonesia.com, Sabtu (29/5/2021).

Dalam perjalanannya tersebut, butuh waktu 15 menit untuk sampai ke Puskesmas. Di perjalanan, AN sudah kritis sehingga sampai Puskesmas hanya sempat diberi oksigen kemudian meninggal.

Arli membantah jika tubuh AN membiru dan mulutnya berbusa akibat dugaan diracun. Informasi ini, katanya, diduga sengaja disebarkan orang yang tidak senang dengan keluarganya. Menurutnya, penyebar informasi itu saat ini sedang dikejar polisi. "Tidak benar jika AN diracun atau bunuh diri," bantahnya.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti membantah informasi soal dugaan bunuh diri seorang gadis yang baru menikah. Saat ini, polisi sedang mencari orang yang menyebarkan informasi tersebut.

Saat diklarifikasi Widiarti menjelaskan, AN meninggal dunia bukan karena bunuh diri atau diracun, melainkan meninggal karena sakit.

"Penyebab sakit diduga lantaran sering telat makan dan makan-makanan pedas. Anak itu suka makan pedas saat perutnya kosong, juga sering pingsan karena riwayat penyakit lambung," terang Widiarti.

Widiarti menambahkan, AN sendiri bukan anak di bawah umur saat dinikahkan secara siri melainkan sudah 18 tahun. "Jadi bukan anak di bawah umur," ungkap Widiarti.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Kabar Bertuah
wwwwww