Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
8 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
4
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
7 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
6
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
7 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Trah Soekarno Bukan Jaminan Puan Mudah Dapat Tiket Capres

Trah Soekarno Bukan Jaminan Puan Mudah Dapat Tiket Capres
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto: Istimewa)
Senin, 24 Mei 2021 12:41 WIB
JAKARTA - Bila benar-benar ingin mencalonkan diri sebagai presiden RI tahun 2024, Ketua DPR Puan Maharani harus mampu membuktikan kapasitasnya. Popularitas dan elektabilitasnya mesti segera didongkrak. Bila tidak, kans Puan mendapatkan tiket capres dari PDIP bakal kandas.

Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI) Aditya Perdana menilai, isu capres bikin gejolak di internal PDIP. Saat ini, Puan dan Ganjar tengah berupaya mendapatkan tiket untuk pilpres 2024.

Menurutnya, meski memiliki darah Soekarno, Puan belum tentu diusung sebagai capres dari PDIP. Mantan Menko Kesra itu harus mampu meyakinkan ibunya, Megawati Soekarno Putri sebagai capres. "Kalau dari logika politiknya, Puan tentu harus meningkatkan popularitas dan elektabilitasnya. Kalau tidak, tentu akan sulit," katanya seperti dilansir GoNews.co dari Rakyat Merdeka, Minggu (23/5) malam.

Aditya pun mengulas peristiwa pemilu 2014. Saat itu, PDIP memilih Jokowi sebagai capres. Padahal, saat itu Puan juga memiliki hasrat untuk maju di Pilpres. "Dari situ bisa dilihat bahwa Ibu Mega akan mengikuti kata hatinya, meski keputusannya itu menyakiti perasaan buah hatinya," tutur Aditya.

Namun begitu, Puan dulu dan sekarang berbeda. Menurutnya, sekarang dia menjabat sebagai Ketua DPR. Selain itu, sebelumnya dia juga pernah duduk sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

"Ini juga modal jadi bagi Puan. Namun, sekali lagi. Untuk menang di Pilpres, popularitas dan elektabilitasnya tentu harus tinggi. Itu PR bagi Puan sekarang. Tergantung tim komunikasi publiknya," tuturnya.

Lantas bagaimana dengan peluang Ganjar? Aditya bicara normatif. Menurutnya, yang terjadi saat ini belum final. Saat ini, dia yakin, Megawati sudah mengetahui dinamika yang terjadi di partainya. Namun, Mega takkan buru-buru mengambil sikap. Presiden kelima itu justru memberikan kesempatan bagi semua kader yang akan menyalonkan diri sebagai capres.

"Untuk menentukan sikapnya, tentu tunggu waktu yang tepat. Bukan hanya popularitas dan elektabilitas, tapi ibu Mega juga akan melihat dari berbagai sudut pandang. Termasuk di luar logika politik," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen, GoNews Group
wwwwww