Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
12 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
18 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Kapala BP2MI Minta Masyarakat Tak Sebarkan Informasi Seolah Eks PMI Penyebar Covid-19

Kapala BP2MI Minta Masyarakat Tak Sebarkan Informasi Seolah Eks PMI Penyebar Covid-19
Kepala BP2MI, Benny Rhamdani saat menyambut kedatangan PMI dari Luar Negeri. (foto: Humas)
Selasa, 11 Mei 2021 21:51 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
TANJUNGPINANG - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) meminta semua pihak, termasuk media massa untuk tidak menyebarkan informasi seolah-olah eks TKI asal Malaysia yang pulang secara mandiri maupun dideportasi sebagai penyebar Covid-19.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani seusai memantau pemulangan eks TKI dari Malaysia, di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Selasa, menyatakan informasi terkait kedatangan eks TKI yang seolah sebagai sumber munculnya varian baru COVID-19 tersebut membentuk stigma negatif.

Menurut dia, setiap orang berpeluang sama sama berpotensi tertular Covid-19 sehingga kurang arif jika pemulangan eks TKI dari Malaysia dikaitkan dengan penyebaran Covid-19.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat tidak mengeluarkan pernyataan yang terkesan memojokkan eks TKI yang telah dan akan kembali ke Tanah Air. "Mereka anak bangsa Indonesia, yang harus dilindungi. Mari bersama-sama kita dukung proses penanganan pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar berjalan lancar," kata Benny.

Ia memastikan kepulangan eks TKI dari Malaysia apakah melalui jalur mandiri maupun deportasi sesuai protokol kesehatan. Seluruh eks TKI akan tes usap dengan metode PCR sebanyak dua kali.

Seluruh eks TKI asal Malaysia akan tinggal sementara di Rumah Penampungan Trauma Center (RPTC) Tanjungpinang sambil menjalani program isolasi mandiri. Ketika eks TKI asal Malaysia itu positif COVID-19, maka segera dirawat di RSKI Galang.

Sementara eks TKI yang sakit, bukan disebabkan terinfeksi COVID-19, maka dirawat di selter BP2MI di Tanjungpinang. "Bagi yang sehat, setelah lima hari menjalani isolasi mandiri, dan hasil tes usap terakhir dengan metode PCR, negatif, maka dipulangkan ke daerah asal," ujarnya.

Benny menegaskan negara menjamin keselamatan para eks TKI tersebut. Mereka tidak dibebani biaya sepeser pun selama proses pemulangan ke daerah asal. "Mulai dari makan, berobat, dirawat hingga pemulangan ke daerah asal, ditanggung oleh negara," ujarnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, yang mendampingi Benny saat konferensi pers tersebut mengatakan eks TKI asal Malaysia merupakan pahlawan devisa bagi Indonesia. Mereka harus mendapat perhatian khusus oleh Pemerintah Indonesia. "Kepri mendukung program pemerintah pusat, terutama membuka pintu masuk baru di daerah lainnya untuk kedatangan PMI dari Malaysia. Ini akan mengurangi beban pemerintah daerah, yang saat ini mengalami kesulitan anggaran," ujarnya.

Ia mengemukakan mulai Juni 2021 sebanyak 7.000 eks TKI akan dipulangkan dari Malaysia, salah satu pintu masuknya yakni Tanjungpinang. "Kalau PMI yang pulang melalui jalur mandiri melalui Pelabuhan Batam Centre, Batam, jumlahnya sekitar 15 ribu orang dalam empat bulan terakhir," katanya.***

wwwwww