Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
Sepakbola
15 jam yang lalu
Dua Blunder Berujung Fatal, PSPS Tertinggal 0-2 dari Bhayangkara FC di Babak Pertama
2
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
Gelanggang
16 jam yang lalu
Hujan Petir Melanda Pekanbaru, Laga Sengit PSPS Kontra Bhayangkara FC Tetap Bergulir
3
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
Gelanggang
16 jam yang lalu
Duel di Tengah Guyuran Hujan Pekanbaru, PSPS Pasang Duet Gamaroni dan Ilham Hadapi Bhayangkara FC
4
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Sepakbola
13 jam yang lalu
Diwarnai Drama VAR dan Penalti, Askar Bertuah Telan Kekalahan Perdana di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Parlemen

Tokoh OPM Imbau Provokasi kepada Masyarakat Dihentikan

Tokoh OPM Imbau Provokasi kepada Masyarakat Dihentikan
Ilustrasi dorongan Papua damai sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (foto: dok. ist. via tirto)
Senin, 10 Mei 2021 14:33 WIB
JAKARTA - Tokoh senior Papua yang juga pendiri OPM (Organisasi Papua Merdeka), Nicholas Messet menyatakan, saat ini tidak ada lagi keraguan dari Pemerintah Republik Indonesia dalam membangun Papua. Karena itu, berbagai pihak yang selalu memprovokasi masyarakat agar menghentikan aktivitasnya.

Nick Messet, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa memang masih ada kelompok kriminal di Papua, tapi eksistensinya sudah semakin melemah menyusul tersebarnya OPM dalam empat faksi, yaitu KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dengan Presiden Victor Yeimo, ULMWP (United Liberation Movement for West Papua) dengan Presiden Benny Wenda, OPM-TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) dipimpin Jeffrey Bolmanak, dan Kelompok NFRPB (Negara Federal Republik Papua Barat) dengan Presiden Forkorus Yaboisembut.

"Sekarang dengan pendekatan antropologi budaya yang dilakukan pemerintah pusat di Jakarta, pemberdayaan masyarakat adat dan hak-hak masyarakat adat di Papua harus menjadi perhatian. Orang Papua harus segera bangkit dari keterpurukan," kata Nick Messet dikutip GoNEWS.co dari antaranews.com, Senin (10/5/2021).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kampus, Parlemen
wwwwww