Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
11 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
18 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2021

Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda

Madura United Tampil dengan Jersey Berbeda
COO Madura United, Annisa Zhafarina. (foto:maduraunitedfc)
Rabu, 05 Mei 2021 10:22 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MADURA - Madura United FC serius menatap musim 2021, walaupun izin kompetisi Liga 1 musim ini belum turun dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Namun, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memiliki perencanaan, yakni kick-off pada 3 Juli 2021.

Keseriusan itu disampaikan langsung Chief Operating Officer (COO) Madura United, Annisa Zhafarina, yakni melalui tim sudah memproduksi jersey untuk mengarungi kompetisi domestik tertinggi Indonesia ini.

Uniknya, selain akan mempertahankan karakter kemaduraan di jersey tersebut, perempuan yang kerap disapa Nisa tersebut secara tidak langsung membocorkan, kemungkinan di jersey itu akan memberikan nuansa feminim. Namun, perempuan berusia 26 tahun itu enggan membocorkannya.

“Lihat saja nanti tidak akan lama juga, lihat saja saat launching nanti,” ucapnya seperti dilansir dari laman klub, Senin (3/5/2021).

Diketahui, warna feminim di jersey Madura United bukan digunakan untuk pertama kali, seperti halnya pada musim 2018 yang salah satu jersey menggunakan dominasi warna biru. Serta begitu juga dengan musim 2020 yang salah satu jersey tandang menggunakan dominasi warna tosca.

Katanya, pilihan warna feminim itu agar tidak sama dengan klub lain. Diketahui, saat laga tandang, tim tamu harus memiliki jersey yang berbeda dengan milik tim tuan rumah baik yang pemain atau penjaga gawang.

Di samping itu, alumnus UEFA Certificate in Football Management itu juga menyampaikan, ketika memberikan dampak terhadap pasar jersey untuk kalangan perempuan, suatu bonus bagi manajemen tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu.

“Biasanya warna feminim sulit disamakan dengan klub lain. Tidak banyak klub yang berani menggunakan warna feminim,” sambungnya.

Di sisi lain, ia juga tengah menyusun untuk meningkatkan popularitas Madura United, agar nilai tawar Madura United terhadap sponsor kian besar. Namun, rancangannya itu masih terkendala wabah Covid-19. Tak ayal, dia berharap saat Liga 1 2021 bergulir, wabah sudah berlalu.***

wwwwww