Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
2
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Diskon Pajak Berbuah Manis, 190 Ribu Warga Pekanbaru Sudah Lunasi PBB Tahun Ini
3
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
4
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Atasi Banjir Pekanbaru, Waduk Cipta Karya Segera Beroperasi dan Lahan UIN Suska Dilirik Jadi Tangkapan Air
5
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ratusan Bangunan Terbakar di Pekanbaru Sepanjang 2026, Warga Diminta Rutin Cek Instalasi Listrik
6
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Ratusan Ribu Warga Akses TRC Pekanbaru Aman, Laporan Keamanan dan PJU Paling Banyak Dikeluhkan
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Soal Tuan Rumah Olimpiade 2032, Okto: Kita Butuh Energi Super Besar

Soal Tuan Rumah Olimpiade 2032, Okto: Kita Butuh Energi Super Besar
Ketua Koi/NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari.(Foto: NOC Indonesia)
Jum'at, 23 April 2021 23:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari memastikan, Indonesia siap bekerja keras menghadapi persaingan dengan Brisbane, Australia yang juga mencaonkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari akan berusaha meyakinkan banyak negara agar mendukung Indonesia sebagai host pada Olimpiade 2032. Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 9 tahun 2021 tentang pembentukan panitia pencalonan tuan rumah Olimpiade 2032, beberapa hari lalu.

Keppres tesebut membuat KOI atau NOC Indonesia merasa nyaman untuk bekerja lebih keras lagi. "Keppres ini sangat kita butuhkan untuk bisa melaju mengejar ketertinggalan dan mendahului Brisbane. Kita butuh energi super besar dan dukungan penuh dari seluruh masyarakat Indonesia," ujar Oktohari di Jakarta, Jumat (23/4/2021).

Sejauh ini, banyak negara yang berambisi merebut tuan rumah Olimpiade 2032. Selain Indonesia, ada Australia, Qatar dan Korea. Namun, Australia yang memilih Brisbane sebagai kota penyelenggara, disebut-sebut menjadi calon terkuat mengingat Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah melakukan komunikasi intens dengan mereka. Meski demikian, Indonesia tak akan lempar handuk.

"Kalau balapan mobil, ibaratnya Brisbane di depan, Indonesia di belakang. Kita tetap waspada, kalau Brisbane lengah, kita bisa mendahuluinya," ungkap Oktohari yang juga mantan Ketua Umum PB ISSI dan Ketua INAPGOC ini.

Okto menjelaskan, Keppres yang diteken Presiden Jokowi menjadi landasan hukum untuk memperkuat dan mempercepat akselerasi dalam rangja mengejar tuan rumah Olimpiade 2032. Selain itu, dengan adanya Keppres tesebut bisa mempermudah koordinasi lintas kementerian, lantaran selama komunikasi hanya segmented dengan kementerian tertentu. "Kita akan tancap gas, memaksimalkan energi kita agar Indonesia bisa dipercaya jadi tuan rumah," jelas Okto.

Sementara itu mengenai Olimpiade Tokyo yang akan digelar pada Juli mendatang, NOC Indonesia tetap akan mempersiapkan segala sesuatunya, meski di Jepang ramai diperbincangkan agar pelaksanaannya ditunda atau dinatalkan. Bahkan, jajaran NOC Indonesia pada pekan depan akan memulai tur mengunjungi pelatnas ke semua cabang yang akan berangkat ke Olimpiade. ***

wwwwww