Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
9 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
BTM Serahkan 700 Bibit Pohon ke SMPN 40 Pekanbaru, Tanamkan Tiga Pilar Kepedulian Lingkungan kepada Generasi Muda
4
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
8 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
6
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Cendekia
8 jam yang lalu
7 Dosen Unilak Pekanbaru Raih Jabatan Lektor Kepala, Rektorat Berkomitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah
Turnamen Sepakbola Piala Menpora 2021

Syamsuddin Batolla Tak Mau Ambil Resiko

Syamsuddin Batolla Tak Mau Ambil Resiko
Pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Batolla.
Jum'at, 16 April 2021 16:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SLEMAN - Hasil imbang tanpa gol mewarnai leg pertama semifinal Piala Menpora 2021 pertandingan PSM melawan Persija di Stadion Maguwoharjo, Sleman Yogyakarta, Kamis (16/4/2021). Meski kedua tim mampu menciptakan peluang, namun tak ada seorang pun yang mencatatkan namanya di papan skor, padahal laga berlangsung menarik, saling menyerang dalam tensi tinggi.

Pelatih PSM Makassar, Syamsuddin Batolla mensyukuri hasil imbang tersebut. Apalagi, Tim Juku Eja yang hanya diperkuat pemain lokal, mampu memberi perlawanan sengit kepada Persija yang menurunkan kekuatan utama termasuk empat pemain asing Marko Simic, Rohit Chand, Yann Motta, dan Marco Motta.

"Pertandingan ini kami syukuri karena kami mendapatkan hasil draw. Kita tahu Persija tim solid, pemain-pemain semua punya nama, dan pemain asing, sedangkan kita cuman mengandalkan pemain-pemain lokal, tapi itulah kerja kerasnya pemain-pemain saya akhirnya mendapatkan hasil draw," tuturnya.

Melihat situasinya di tengah pertandingan, Syamsuddin merasa hasil draw cukup tibatan harus mengambil risiko kebobolan dan lebih sulit menjalani leg kedua. Oleh karenanya ia tak menginstruksikan anak-anak asuhnya lebih gencar menyerang ketika unggul jumlah pemain saat Marco Motta diusir wasit menit 83 karena menerima kartu kuning kedua berujung kartu merah.

"Setelah saya unggul pemain, Persija bahkan turun sampai daerah mereka untuk bertahan. Kami hati-hati dalam membangun serangan, saya ingin pelan-pelan karena mereka (pemain) berkumpul di tengah. Saya tidak mau gegabah menyerang-menyerang terus akhirnya kena counter attack, jadi itu yang saya instruksikan," paparnya.

Meski target awal tim ingin memenangkan pertandingan, skor 0-0 dirasa cukup. Setidaknya PSM mendapat gambaran menuju leg kedua nanti bagaimana mereka harus bertindak mencari celah dari kekurangan-kekurangan Persija.

"Saya selalu setiap pertandingan ingin memenangkannya tapi kita tahu Persija juga bukan tim yang malah di atas kami, kalau dilihat dari materi pemain dia punya semua, jadi saya mensyukuri karena hasil draw ini yang saya harapkan," kata Syamsuddin. ***

wwwwww