Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
2
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
13 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
3
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
20 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
4
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
5
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  GoNews Group

dr Tirta Ngaku Bingung Tarawih Boleh di Luar Rumah Tapi Mudik Dilarang

dr Tirta Ngaku Bingung Tarawih Boleh di Luar Rumah Tapi Mudik Dilarang
Ilustrasi Mudik Lebaran. (Foto: Istimewa)
Selasa, 06 April 2021 18:11 WIB
JAKARTA - Relawan Covid-19 dr Tirta Mandira Hudhi menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah yang disebutnya tumpang tindih. dr Tirta berbicara soal izin salat Tarawih di luar rumah dan larangan mudik.

"Kita hari ini mendapatkan kabar bahwa Pak Sandiaga Uno akhirnya mengatakan Indonesia kemungkinan besar bisa aman dikunjungi wisatawan, nggak tahu bulan kapan tapi," ucap dr Tirta mengawali pernyataannya, Selasa (6/4/2021).

dr Tirta juga mengungkit pernyataan Menko PMK Muhadjir Effendy soal larangan mudik bagi seluruh masyarakat. Menurut Tirta, pernyataan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan Muhadjir bertabrakan.

"Cuma di sini kita ada statement sebelumnya Pak Effendi kan menyatakan bahwa warga dianjurkan tidak mudik dan dilarang mudik. Sementara satunya wisata diizinkan. Ini tabrakan," kritik dia.

"Dan ini ada berita lagi buka puasa bersama (rencananya) diizinkan untuk di restoran. Ini kan nggak sinkron," imbuhnya.

Tirta kemudian menyarankan pemerintah membuat aturan yang saling melengkapi, bukan bertentangan. Dia membandingkan izin salat Tarawih di luar rumah dan larangan mudik.

"Saran saya sih buatlah kebijakan sinkron. Ketika buka puasa boleh, ketika tarawih boleh jemaah, ya ketika wisata dibuka, ya harusnya mudik tidak dilarang asalkan sesuai protokol. Dan menjadi tanggung jawab kepala daerah masing-masing. Jangan membuat kebijakan tabrakan satu sama lain. That's it. Tetap sehat," sebut Tirta.

Pemerintah sebelumnya melarang mudik Lebaran pada 2021. Arahan ini diberikan kepada seluruh masyarakat. "Tahun 2021, mudik ditiadakan berlaku untuk ASN, TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat," kata Menko PMK Muhadjir Effendy, dalam jumpa pers virtual, Jumat (26/3).

"Sehingga upaya vaksinasi yang sedang dilakukan bisa menghasilkan kondisi kesehatan yang semaksimal mungkin sesuai yang diharapkan," sambungnya.

Pada Senin (5/4/2021), pemerintah telah mengambil keputusan terkait ibadah di bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Pemerintah membolehkan salat tarawih dan Idul Fitri di luar rumah dengan catatan harus dengan protokol kesehatan ketat dan terbatas pada komunitas setempat.

Selain itu, protokol kesehatan terkait salat tarawih dan Idul Fitri di luar rumah harus sangat ketat dan jemaahnya diharapkan saling kenal.

"Yang harus dipatuhi adalah protokol harus tetap, prokes harus tetap dilaksanakan dengan sangat ketat. Kemudian jemaahnya boleh di luar rumah, tapi dengan catatan harus terbatas pada komunitas," imbuh dia.

"Jadi di lingkup komunitas di mana jemaahnya memang sudah dikenali satu sama lain," sebut Muhadjir.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Kabar Bertuah, Balai Kota, Kesehatan, GoNews Group
wwwwww