Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
4 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
3 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
6
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Cegah Insiden Bom dengan 3 Cara Ini...

Cegah Insiden Bom dengan 3 Cara Ini...
Ilsutasi. (gambar: ist./the Indonesian institute)
Senin, 29 Maret 2021 12:50 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi VIII DPR RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia) fraksi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), Maman Imanulhaq berharap, teror bom serupa insiden di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, tidak terjadi lagi. Untuk itu, deradikalisasi yang mengembalikan nilai kemanusiaan, menjadi penting.

"Itu bisa dilakukan. Pertama, dengan memasukan kepada nilai kurikulum mulai taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi sehingga kita tidak hanya sekedar membahas tentang radikalisme, terorisme, ekstrimime, tapi lebih kepada apa sih hakikat manusia itu, bagaimana kesepakatan kita," kata Maman kepada GoNews.co, Minggu (28/3/2021).

Kedua, lanjut Maman, program-program kepada mantan napiter (narapidana korupsi) harus diarahkan kepada bagaimana mereka lebih dihargai untuk bisa kembali ke tengah masyarakat. "Ini berkaitan juga dengan edukasi terhadap masyarakat yang gampang membuat stigma. (Stigma, red) itu yang membuat banyak sekali mantan napiter yang kembali menjadi teroris karena tidak diterima di tengah masyarakat,".

"Ketiga harus ada upaya koordinatif yang menyeluruh. Dari mulai BNPT, terus juga BIN, kelompok-kelompok Intelijen, sehingga tidak sekedar kita reaktif menangani kasus terorisme, tapi lebih kepada proaktif sehingga jaringan atau sel2 terorisme bisa dimatikan dengan cara yang lebih integral," pungkas Maman.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa diduga bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral, Jalan Kartini, Makassar, Sulsel, Minggu (28/3/2021) pagi. Per siang harinya, otoritas menyatakan bahwa pelaku diduga berjumlah dua orang, dan menggunakan sepeda motor saat melakukan aksi bom bunuh diri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit meminta masyarakat untuk tidak terlalu panik. "Kami sedang dalami dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),".

Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dalam insiden ini. Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel), Irjen Pol Merdisyam dalam tayangan kompastv menyebut, selain korban tewas ada 9 warga yang saat ini dalam perawatan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Kampus, Warga Bertuah
wwwwww