Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
15 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
5 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
5
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
5 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Parlemen

Bantah Dukung Moeldoko Nyapres 2024, PKB: Percuma Bumbu Banyak, Kalau Dagingnya Tak Ada

Bantah Dukung Moeldoko Nyapres 2024, PKB: Percuma Bumbu Banyak, Kalau Dagingnya Tak Ada
Wakil Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid. (Foto: Istimewa)
Jum'at, 05 Februari 2021 16:56 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, membantah tudingan bahwa partainya akan mendukung Moeldoko di Pilpres 2024 mendatang.

Ia menyatakan, sampai saat ini PKB sama sekali belum membahas apapun terkait sosok yang akan diusung sebagai capres di Pilpres 2024 mendatang.

"Itu tidak benar. PKB belum ngurusi capres, apalagi nama calon," tegas Gus Jazil sapaan akrabnya, Jumat (5/2/2021).

Anggota Komisi III DPR yang juga menjabat Wakil Ketua MPR RI itu, juga mengingatkan agar Partai Demokrat tidak melibatkan PKB dalam urusan internal partai lain. "Jangan libatkan PKB dalam masalah rumah tangga orang lain," tegasnya.

Koordinator Nasional Nusantara Mengaji itu juga mengaku heran dan aneh ketua ada kudeta yang kali pertama dilontarkan AHY menyeret nama PKB.

Ia bahkan menilai isu ini seperti lebih banyak 'dibumbui' ketimbang fakta. "Ini aneh. Ibarat masakan, bumbunya makin banyak tapi dagingnya nggak ada, ya percuma," sindirnya.

Sebelumnya, Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyeret Partai Nasdem dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam isu kudeta yang diduga dimotori oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Mantan terpidana kasus korupsi megaproyek Hambalang itu menyebut, Moeldoko mendapat dukungan dari PKB dan Partai Nasdem sebagai capres di Pilpres 2024.

"Katanya dia (Moeldoko) direstui oleh pak Lurah dan didukung oleh menteri-menteri. Untuk 2024 katanya didukung PKB dan didukung Nasdem, tinggal Demokrat, begitu katanya," ujar Andi, Jumat (5/2/2021).

Atas keterangan saksi yang didapat DPP Partai Demokrat, kata Andi, AHY kemudian mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengklarifikasinya.

Adapun saksi tersebut merupakan kader dari beberapa DPC Demokrat dengan jumlah sekitar sembilan orang diundang ke Hotel Aston, Jakarta, oleh kader Demokrat yang berada di Jakarta.

"Jadi waktu itu diundang ke Jakarta karena dikatakan ada penyaluran bantuan bencana dan sebagainya. datang lah ke Jakarta, di Jakarta malah dipertemukan dengan pak Moeldoko," ujarnya.

"Pak Moeldoko di situ bicara tentang KLB bahwa dia siap maju menjadi Ketum Partai Demokrat melalui KLB. Karena dia memang mau nyapres Pemilu 2024, katanya sudah didukung oleh pak Lurah, direstusi oleh pak Lurah," sambungnya.

Andi menyebut pertemuan tersebut bukan hanya berlangsung sekali, tetapi ada lanjutannya dengan salah satu petinggi Demokrat. "Kedua pertemuan itu sama-sama membicarakan soal KLB. Moeldoko berencana untuk melakukan pertemuan dalam beberapa gelombang, hanya saja kader kadung melaporkan ini pada Ketum AHY," paparnya.***

wwwwww