Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
7 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kabar Bertuah

Indonesia dalam Adangan Bencana, Srikandi NasDem: "Setiap Elemen Masyarakat dapat Berperan dalam Penanggulangan"

Indonesia dalam Adangan Bencana, Srikandi NasDem: Setiap Elemen Masyarakat dapat Berperan dalam Penanggulangan
Anggota Komisi VIII fraksi partai NasDem DPR RI daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat (Sumbar) I, Lisda Hendrajoni dalam suatu kesempatan rapat dengan pemerintah di Senayan, Jakarta. (foto: istimewa)
Selasa, 19 Januari 2021 08:54 WIB
JAKARTA - Selain masih berlangsungnya pandemi Covid-19 yang merupakan bencana non alam, Indonesia juga dilanda rentetan bencana alam berupa gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, hingga banjir bandang pada tahun 2021. Rentetan musibah di 2021 itu, dimulai dari insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJY182 yang menewaskan puluhan jiwa.

Menurut, anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni, rentetan peristiwa yang mangadang laju 'Indonesia Maju' tersebut, praktis telah membuat pemerintah kewalahan. Sehingga, dibutuhkan pangku tangan berbagai macam unsur dan elemen masyarakat untuk bergotong-royong dalam penanggulangan.

"Jangan biarkan pemerintah, aparat keamanan, dan pihak terkait saja yang menghadapi semua bencana tersebut. Setiap elemen masyarakat dapat berperan serta dalam penanggulangan, sehingga penanganan dapat cepat terlaksana," ujar Lisda saat meninjau penanggulangan Bencana Longsor di Kabupaten Sumedang Jawa barat, beberapa waktu lalu.

Kepada wartawan, Selasa (19/1/2021), Lisda menyatakan apresiasinya atas ketanggapan aparat keamanan dan BPBD yang sigap mulai dari proses evakuasi hingga pasca bencana.

Meski demikian, Lisda mengingatkan, protokol kesehatan di lokasi kebencanaan tetap harus dijaga, guna menghindari munculnya klaster baru Covid-19.

"Karena kita masih di dalam pandemi, penanganan kebencanaan tentu harus lebih adaptif," kata Lisda.

Ke depan, Lisda berharap, pemerintah dapat melakukan pemetaan daerah rawan bencana dan potensi dampak kebencanaannya guna meminimalisir kemungkinan berjatuhannya korban. Termasuk, dengan mengatur, tata ruang pemukiman bagi warga yang berada di lokasi rawan bencana.

"Izin mendirikan bangunan harus memperhatikan dampak lingkungan dan dampak bencana bagi bangunan terutama kawasan pemukiman. Hal ini tentunya untuk memperkecil timbulnya korban jiwa, saat terjadinya bencana," kata Srikandi NasDem tersebut.

Terakhir, Lisda berpesan, agar masyarakat menyadari bahwa negeri tempat mereka hidup memang akrab dengan bencana, dan diperlukan peran masyarakat untuk tetap menjaga alam dengan tidak melakukan kegiatan yang merusak kelestarian.

"Bersahabat dengan alam, tidak bermaksud menyerah pada bencana, tetapi mensiasati agar tetap survive dan menghindari jatuhnya korban jiwa ketika bencana tak terhindarkan," pungkas Lisda.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Binawidya, GoNews Group, Kampus, Kabar Bertuah
wwwwww