Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
13 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
2
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
4
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
DPRD Kota Pekanbaru Dukung Polda Riau Sikat Mafia BBM Subsidi, Minta Pengawasan Diperketat
5
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
Parlemen
3 jam yang lalu
Pelantikan 17 Pejabat Pemkot Pekanbaru, Komisi I DPRD Tagih Bukti Kinerja Nyata untuk Warga
6
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Gelanggang
3 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Ajukan Pembatalan Denda Rp20 Juta ke PSSI, Ini Bukti Kuat Manajemen
Home  /  Berita  /  Kesehatan

WHO Prediksi Tahun Ini Pandemi Covid-19 Makin Parah, Ini Alasannya

WHO Prediksi Tahun Ini Pandemi Covid-19 Makin Parah, Ini Alasannya
Pejabat darurat WHO Dr Michael Ryan. (cgtn.com)
Senin, 18 Januari 2021 11:54 WIB
JAKARTA -- WHO (organisasi kesehatan dunia) memperkirakan tahun ini atau tahun kedua pandemi Covid-19, kondisinya semakin parah dibanding tahun sebelumnya.

Dikutip dari Viva.co.id, pejabat darurat WHO Dr Michael Ryan, mengatakan, prediksi ini mengingat bagaimana virus corona baru menyebar, terutama di belahan bumi utara karena varian yang lebih menular beredar. 

''Tahun ini akan memasuki tahun kedua, ini bisa lebih sulit mengingat dinamika transmisi dan beberapa masalah yang kami lihat,'' kata Michael Ryan seperti dilansir laman Asiaone. 

WHO, dalam pembaruan epidemiologi terbarunya, mengatakan sekitar lima juta kasus baru dilaporkan minggu lalu, peningkatan kasus ini kemungkinan akibat dari kegagalan pertahanan selama musim liburan.

''Pastinya di belahan bumi utara, khususnya di Eropa dan Amerika Utara, kami telah melihat musim dingin, orang-orang lebih banyak di dalam rumah, percampuran sosial yang meningkat dan kombinasi faktor-faktor yang telah mendorong peningkatan penularan di, banyak negara,'' kata Ryan.

Kepala Teknis WHO untuk penanganan Covid-19, Dr Maria Van Kerkhove, memperingatkan, setelah liburan, di beberapa negara situasinya akan menjadi jauh lebih buruk sebelum menjadi lebih baik.

Di tengah kekhawatiran yang berkembang akan penularan, kini muncul varian baru virus corona yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan saat ini telah menyebar ke beberapa negara  di seluruh dunia. Hal itu membuat pemerintah di seluruh Eropa pada hari Rabu pekan lalu mengumumkan pembatasan sosial yang lebih ketat dan dalam jangka waktu lebih lama untuk mencegah penyebaran virus corona semakin meluas.

''Saya khawatir kita akan tetap berada dalam naik turun naik turun tapi kami dapat melakukannya dengan lebih baik,'' kata Dr Van Kerkhove.

Dokter Meninggal

Sementara itu, otoritas kesehatan AS sedang menyelidiki kasus seorang dokter di Florida yang meninggal 16 hari setelah menerima vaksin virus corona Pfizer-BioNTech, berdasar laporan The New York Times. Istrinya menulis di postingan Facebook, dokter tersebut meninggal karena pendarahan otak.

Pfizer mengatakan pihaknya secara aktif menyelidiki kasus tersebut. 

''Tetapi saat ini kami tidak yakin bahwa ada hubungan langsung dengan vaksin tersebut,'' lapor The New York Times.

''Belum ada sinyal keamanan terkait yang diidentifikasi dalam uji klinis kami, pengalaman pasca pemasaran sejauh ini  atau dengan teknologi yang digunakan untuk membuat vaksin,'' kata pihak Pfizer.***

Editor:hasan b
Sumber:viva.co.id
Kategori:Kesehatan
wwwwww