Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
16 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
Tenayan Raya
23 jam yang lalu
Modus Tukar Gembok, Tiga Terduga Pencuri Kuras Barang Berharga di Toko Tenayan Raya Pekanbaru
3
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Sidak Tiga SPBU di Pekanbaru, Disperindag Pastikan Tak Ada Kecurangan Takaran BBM
4
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
5
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
Parlemen
18 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, DPRD Pekanbaru Dorong Seluruh Siswa SD dan SMP Dapat Seragam Gratis
6
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Kebut Pembangunan Simpang Sebidang, Pemkot Pekanbaru Pasang Lampu Jalan dan Pengatur Lalu Lintas Pintar
Home  /  Berita  /  Parlemen

Tokoh 'Merah' Raih Democracy Award, Basarah Siap Jembatani Nasionalis dan Muslim

Tokoh Merah Raih Democracy Award, Basarah Siap Jembatani Nasionalis dan Muslim
Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah. (Foto: Humas MPR)
Selasa, 22 Desember 2020 12:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan dan Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah menjadi salah satu dari 26 penerima award di ajang penganugerahan Media Moeslim Choice Network. Basarah menjadi penerima award di antara tokoh-tokoh muslim.

''Saya mau menerima Democracy Award ini untuk menjadi jembatan silaturahmi yang baik antara kelompok nasionalis dan kelompok Islam seperti yang dinarasikan oleh panitia saat penganugerahan berlangsung karena hal ini penting untuk menjaga keutuhan NKRI,'' ungkap Ahmad Basarah dalam keterangannya, Senin (21/12/2020).

Bukan tanpa alasan, Ketua Panitia Seleksi Zulfahmi Jamba, mengatakan pemilihan ini berdasar pada pengamatan yang dilakukan jauh sebelum acara berlangsung.

"Panitia seleksi memang sudah dua tahun mencermati gerak-gerik dan sepak terjang politik Ahmad Basarah, membaca karya-karya tulisnya, juga ceramah-ceramah dan berita-berita yang menulis tentang dia. Dari situ kami menyimpulkan nominator kami Ahmad Basarah ibarat jembatan yang menghubungkan antara kelompok nasionalis dengan kelompok Islam, makanya dia kami pilih,'' kata Zulfahmi.

Pengakuan serupa disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Moeslim Choice, Gunawan Effendi. Menurutnya, sudah lama lembaganya melihat nuansa Islam menonjol di PDI Perjuangan berkat peran politik Ahmad Basarah.

''Dia dengan baik dan bijak melanjutkan gagasan dan legasi Almarhum Taufiq Kiemas yang melahirkan organisasi sayap Islam PDI Perjuangan bernama Baitul Muslimin Indonesia,'' jelas Gunawan.

Lebih lanjut Gunawan menyampaikan, "Ketika PDI Perjuangan dituduh partai pendukung PKI dan anti Islam, Ahmad Basarah dan kawan-kawannya di Baitul Muslimin Indonesia justru menggagas digelarnya kegiatan salat Idul Fitri dan Idul Adha di markas PDI Perjuangan di Lenteng Agung, lalu melanjutkan tradisi baik ini dalam bentuk salat Jumat dan pengajian rutin di DPP PDI Perjuangan di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat,".

Melalui catatan Media Moeslim Choice Network, Ahmad Basarah dinilai konsisten merajut Islam dan Kebangsaan lewat berbagai kontribusinya.

Selain Ahmad Basarah, ada sejumlah nama dari PDI Perjuangan yang juga menerima anugerah dalam ajang ini. Di antaranya Menteri PAN-RB, Tjahjo Kumolo, dan Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah untuk kategori Good Governance Award. Untuk kategori ini, Menteri PUPR M. Basoeki Hadimoeljono, Mendagri M. Tito Karnavian, juga menerima award yang sama.***

wwwwww